Loading

NUSSA.CO, TOLITOLI — Tinigi oh Tinigi…., begitu kira-kira khalayak ramai menyapa salah satu desa di Kecamatan Galang yang terkenal dengan sejumlah kasus kriminal terjadi. Selain heboh perkara anggota polisi dikeroyok, Satuan Reskrim Polres Tolitoli Jumat (03/10/2023) pagi, juga merilis kasus pencurian dua unit mesin handtracktor di desa penghasil padi ini.

Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto SH didampingi Kasi Humas Iptu Budi Atmojo serta KBO Reskrim Ipda Ahmad menjelaskan, dalam laporan polisi nomor 193/X/2023, tanggal 03 Oktober 2023, aksi pencurian mesin traktor terjadi pada hari Rabu 27 September 2023, sekira pukul 02:00 Wita, tepatnya di Dusun Matuo.

Kronologis kejadian, Senin 25 September pukul 15.30, -pemilik mesin traktor berinisial FA menggunakan 1 unit mesin traktor merek Yanmar dan 1 unit mesin merek Kubota warna merah. Korban memarkir kedua mesin traktor tersebut di bawah pohon kelapa. Kemudian, Jumat, (29/9/2023) korban pergi untuk mengambil mesin traktor, namun saat dicek ternyata mesin sudah tidak ada atau hilang.

Kemudian, korban mendapati informasi bahwa Rabu tanggal 27 September 2023 sekira jam 02.00 Wita ada orang yang masuk ke lokasi persawahan. Kemudian, didapati mesin traktor atau mesin dongfeng yang biasa digunakan untuk membajak sawah sudah hilang. Korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 15.000.000.

 

Lanjut Kasi Humas, untuk kronologis penangkapan, awalnya petugas kepolisian melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian tersebut, maka dalam penyelidikan petugas kepolisian mendapatkan informasi bahwa barang bukti berupa 2 unit mesin traktor yang dicuri tersebut berada di Desa Siwalempu Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala.

Dari informasi tersebut didapatkan informasi bahwa yang membawa mesin ke Desa Siwalempu adalah tersangka Irsan, Riswan dan Kipli. Setelah mendapat informasi, maka polisi terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mencari para pelaku. Dan akhirnya Riswan berhasil ditangkap di Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan, Tolitoli, sedangkan Irsan ditangkap di Kecamatan Dampal Utara. Sedangkan pelaku atas nama Kipli saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Untuk sementara, kedua pelaku diamankan ke Mapolres Tolitoli berikut barang bukti hasil kejahatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk diketahui, tersangka Irsan merupakan warga Tinigi yang sehari-harinya bekerja sebagai petani, sedangkan Riswan perantauan asal Kalimantan Timur juga tercatat sebagai warga Desa Tinigi, juga petani.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan, 1 unit mesin tractor pembajak sawah Merek Yanmar warna merah dan 1 unit mesin traktor pembajak sawah Merek Kubota warna merah.

“Para pelaku kita sangkakan dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” lengkap Kasi Humas. (ham)