KKT Tegaskan Budaya Risiko sebagai Fondasi Transformasi dan Efisiensi Operasional
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Komitmen PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) dalam membangun budaya manajemen risiko kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Validasi Risk Maturity Index (RMI) yang digelar 21–23 Oktober 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi media evaluasi, tetapi juga ajang peningkatan kapabilitas dan berbagi praktik terbaik antar entitas Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT KKT, Faisal Napu, menegaskan bahwa setiap individu di lingkungan KKT merupakan bagian dari sistem pengendalian risiko. “Everybody is Risk Manager. Dengan disiplin dan kepedulian kolektif, kita menjaga keselamatan kerja dan keberlangsungan operasional,” tegasnya.
Selain proses validasi, agenda ini juga menampilkan sejumlah inisiatif strategis KKT untuk memperkuat budaya risiko. Di antaranya Safety Transformation Program, standardisasi terminal petikemas, program pengembangan SDM, hingga efisiensi energi dan operasional. Langkah-langkah ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam memastikan terminal beroperasi secara modern, aman, dan efisien.
Vice President Risiko SPTP, Abdulloh Makhrus, menyebut bahwa KKT menjadi salah satu contoh implementasi manajemen risiko terintegrasi di lingkungan Pelindo Group. “Ini bukan hanya untuk kepatuhan. Penerapan risk management yang kuat mampu mendukung efisiensi dan efektivitas keputusan bisnis,” katanya.
Menurutnya, validasi RMI memberikan ruang pembelajaran kolektif antara anak perusahaan, memperkuat kemampuan analisis risiko dan ketahanan operasional industri pelabuhan nasional.
KKT menutup rangkaian kegiatan dengan refleksi komitmen membangun budaya risiko sebagai pondasi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan semangat “KKT Maju, Indonesia Kuat”, perusahaan menegaskan peranannya dalam mendukung rantai logistik nasional melalui tata kelola risiko kelas dunia. (Adv)
Tinggalkan Balasan