Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pandemi virus corona (Covid-19) yang belum juga berakhir sejak pertama kali mewabah di Indonesia pada awal 2020 lalu, turut berpengaruh terhadap ketimpangan ekonomi. Sektor usaha merugi, hingga banyaknya masyarakat kehilangan mata pencaharian.

Tidak terkecuali pada sektor pekerja seni. Ba’ang salah satu nama musisi lokal yang cukup tenar di kota minyak, pun-demikian merasakan dampak buruknya dari kondisi pandemi covid19 di Balikpapan.

sosok nyentrik dengan gaya sederhana namun khas penampilan kaum regge, seperti rambut gimbal ini merupakan pekerja seni di Balikpapan terbilang senior harus merasakan kerasnya sesaknya dampak tersebut.

Terbiasa dengan banyak panggilan job manggung dari satu caffee ke caffee lainnya kini tidak lagi mendapatkan kesempatan tersebut. Kesempatan untuk mendapatkan rezeki dari hasil manggung dan kesempatan berekspresi lewat seni seolah direnggut dengan paksa oleh covid19.

“Mengapa tidak. Job yang sering didapatkan saat kegiatan hiburan lainnya, kini sama sekali hilang lantaran adanya larangan kegiatan keramaian dan berkumpul di masyarakat sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran wabah virus corona di Kota Balikpapan”. Sebut Ba’ang

Melihat situsi krisis seperti sekarang, para musisi Balikpapan terpaksa harus mencari alternatif lain untuk bisa mendapatkan kebutuhan tambahan hidup. Disisi lainnya, para pekerja seni lainnya harus memanfaatkan waktu dengan mengasah skill bermusik.

Tidak ingin terus terpuruk akibat dampak covid 19, sebagai pekerja seni dan musik Ba’ang menaruh harapan besar kepada pemerintah Khususnya Pemkot Balikpapan agar memberikan solusi kepada komunitas pekerja seni, sehingga tetap mendapat pekerjaan atau mendapat penghasilan di tengah pandemi.

“Kondisi ekonomi kami pekerja seni dan musisi sebagian besar saat ini sedang sekarat dan terkapar tak berdaya akibat dampak Covid-19. Karena adanya larangan keramaian sebagai upaya pencegah penyebaran virus corona. Sementara job kami hanya dari kegiatan seperti itu. Ini cukup memberatkan bagi saya dan teman seprofesi. Kami harapkan solusi efektif bagi kelangsungan hidup dan karya kami sebagai pekerja seni dan musisi”, tuntutnya.

Setidaknya menurut Ba’ang menutup tempat hiburan atau usaha Caffee bukan salah satu solusi terbaik. Membuka caffee namun ketat dalam penerapan standar protokol juga merupakan solusi terbaik di dua sisi. “Baik dari sisi pencegahan penyebaran covid dan sisi pemulihan ekonomi-pun berjalan kembali”. Usul Ba’ang kepada Pemkot Balikpapan. (Bento)