Pemkot Balikpapan Wajibkan Setiap Kelurahan Punya Enam Bank Sampah
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan serius mempercepat penanganan persoalan sampah yang kian menekan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar. Melalui surat edaran Wali Kota, setiap kelurahan diwajibkan membentuk sedikitnya enam bank sampah baru, sehingga dalam waktu dekat jumlahnya ditargetkan menembus 200 unit di seluruh penjuru kota.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Dody Yulianto, menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah berdiri 77 bank sampah aktif yang dikelola masyarakat. Selain itu, terdapat Bank Sampah Induk Dharma Bakti di Muara Rapak yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan, sekaligus pendampingan kelembagaan bagi bank-bank sampah skala kecil.
“Bank sampah ini bukan hanya tempat mengumpulkan plastik, kardus, atau logam bernilai jual, tetapi juga sarana edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Target kami, 50 persen sampah kota tidak lagi berakhir di TPA, hanya residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang masuk ke sana,” jelas Dody, Selasa (1/7/2025).
DLH mencatat, sebagian besar bank sampah kini digerakkan oleh warga dengan koordinasi kelurahan. Keuntungan penjualan sampah anorganik digunakan untuk mendukung operasional, sementara sebagian disisihkan untuk kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Pemerintah Kota tak hanya mendorong pembentukan unit baru, tetapi juga menyiapkan dukungan teknis dan kelembagaan, mulai dari pelatihan pemilahan, manajemen administrasi, hingga fasilitasi kemitraan dengan perusahaan lewat program tanggung jawab sosial (CSR). “Dengan legalitas yang kuat, bank sampah bisa menjalin kerja sama lebih luas, bahkan dengan sektor swasta,” tambah Dody.
Langkah strategis ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selain menekan beban TPA, bank sampah juga memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga yang aktif terlibat.
“Pengelolaan sampah harus berbasis partisipasi masyarakat. Tanpa keterlibatan warga, semua program akan berat. Karena itu kami ingin bank sampah tumbuh menjadi gerakan bersama, bukan sekadar proyek pemerintah,” tegas Dody. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan