Loadingtea

Diduga Terlibat Perselingkuhan

NUSSA.CO, TOLITOLI — Brigadir I Wayan Sumerta akhirnya resmi dipecat dari Korps Kepolisian, Polres Tolitoli. Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dipimpin langsung Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto SH, Rabu (22/11/2023) pagi.

Secara simbolis, Kapolres Tolitoli menandai pemecatan dengan pencoretan foto bingkai Brigadir I Wayan Sumerta saat masih berseragam lengkap kepolisian. I Wayan dipecat karena diduga melakukan pelanggaran berat dalam kasus perselingkuhan.

Dalam arahannya, Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto SH menegaskan, putusan PTDH diberikan kepada I Wayan akibat pelanggaran berat, atauu yang bersangkutan diberikan sanksi karena melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri sesuai dengan UU Kode Etik Profesi Polri.

Upacara PTDH merupakan bentu tegas dan komitmen Polri khususnya Polda Sulteng terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran berat dan mencoreng kewibawaan institusi.

“Saya berharap, kasus ini menjadi contoh bahwa Polri selalu mengedepankan Punishment bagi anggota yang melanggar dan Reward bagi yang berprestasi. Karena itu, saya berharap tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan personel Polres Tolitoli,” harap Kapolres.

Ditambahkan, PTDH juga merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi tegas berupa punishment atau sanksi hukuman bagi anggota yang melakukan pelanggaran, baik pelanggaran disiplin maupun kode etik kepolisian.

“PTDH Brigadir I Wayan harus jadi pelajaran penting, saya tekankan kepada seluruh personel Polres Tolitoli agar terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan agar wujud rasa syukur atas segala nikmat yang ada, ini penting sebagai benteng dari perbuatan menyimpang dan tercela, dan tingkatkan pula kedisiplinan pribadi dan kesatuan, serta hindari tingkah laku tutur kata dan sikap seperti arogansi, individualisme dan apatis,” pesan Kapolres. (ham)