Loading

NUSSA.CO, SAMARINDA – Pembangunan turap Sungai Kurang Mumus di segmen Jalan Dr. Soetomo menuju arah Jembatan Ruhui Rahayu, ternyata bermasalah, miring.

Mewaspadai agar tidak menimbulkan dampak kerusakan atau dampak musibah ke masyarakat, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Syamsuddin me-warning kontraktor agar segera memperbaikinya.

Kata Syamsuddin, pembangunan turap Sungai Karang Mumus merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam penanganan dan pengendalian banjir di Samarinda. Karena itu, dalam pengerjaannya harus dilakukan secara cermat, profesional dan tidak asal kerja. Sebab, tujuan turap adalah mencegah persoalan klasik di daerah ini, apalagi kalau bukan banjir.

Syamsuddin menegaskan, kontraktor kembali mengecek dan meneliti apakah ada kesalahan di dalam perencanaan ataukah ada kendala di lapangan.

“Turap yang bergetar dekat Pasar Segiri kita teliti, kontraktornya memang tidak layak mengerjakan proyek itu atau memang tidak teruji untuk mengerjakan proyek sebesar itu atau bagaimana,” kata Syamsuddin mempertanyakan, (8/3/2023).

Politisi PKB ini berharap, kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut melakukan pembenahan ulang, sehingga anggaran yang dikucurkan dari pemerintah tidak terbuang percuma. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di area proyek, karena jika ada insiden itu bisa mengakibatkan korban jiwa.

“Dinas terkait harusnya lebih car, pasang dong rambu atau plang imbauan, agar masyarakat lebih berhati-hati, jangan sampai ada kecelakaan baru bertindak,” tegasnya. (*/adv)