Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Sempat Viral di Media Sosial (Medsos) seorang wanita paruh baya berparas cantik mendadak dilaporkan ke Polresta Balikpapan, oleh Abdullah seorang pemilik usaha warung makan soto banjar di kawasan Gunung Sari Ilir (GSI) lantaran dituduh melakukan perusakan kendaraan serta melakukan kekerasan secara verbal pada Minggu (28/11) lalu.

Kini wanita bernama Herly Yunita Antul yang juga merupakan ketua RT.49 di Kelurahan GSI ini meminta kepada aparat penegak hukum agar lebih objektif dalam menangani kasus tersebut. Pasalnya sejak dipanggil pada hari pertama pelaporan warga tersebut, hingga kini menurutnya belum ada kejelasan terkait pengembangan kasus tersebut.

Herly Yunita Antul (Kanan). Ketua RT.49 Berparas Cantik di Balikpapan ini Viral di Medsos dan mendapatkan banyak dukungan warga setelah sebelumnya berseteru dan di Polisikan oleh salah satu Warganya

“Apakah masih berproses atau jalan ditempat saya berharap ada informasi mengenai kepastian hukum tersebut” ungkap Herly di hadapan heberapa awak media lokal belum lama ini.

Pasalnya terkait pelaporan Abdullah diakui dia bukan hanya sesekali saja melainkan beberapa bulan sebelumnya juga ada laporan ke polisi terkait ricuh Abduulah dengan Herly saat melakukan kerja bakti di salah satu fasilitas umum yang berdempetan dengan tempat usaha Abdullah berjualan soto yang diduga dimanfaatkan secara pribadi hingga menimbulkan perseteruan antar keduanya. Hingga kini prosesnya hukumnya dianggap tidak jelas.

“Pelaporan beberapa bulan lalu saja hingga kini tidak ada kejelasan terkait kelanjutannya seperti apa. Apakah saya benar-benar bersalah atau bagaimana.? Kan gak ada infonya lagi”, sebut Herly.

Sementara, Lanjut Herly, terkait fasilitas umum dengan berjualan diatas trotoar dan dibawahnya terdapat drainase dan pipa PDAM yang dimanfaatkan dia ( Abdullah) untuk berjualan sudah kami laporkan ke Satpol PP justru tidak ada tindakan apapun dari pihak yang berwenang.

“Anehnya Saat petugas Satpol PP datang justru ke rumah saya dan meminta saya untuk berdamai dengan dia (Abdullah) kan aneh, apalagi mereka (Rombongan Satpol PP sempat makan di warung itu dan berkomunikasi akrab, setelah itu lanjut pulang dan ada tindakan apapun” ungkap Herly.

Lanjut Herly terdapat keanehan saat pemanggilan dirinya beserta beberapa warga lainnya yang turut menjadi saksi untuk dimintai keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Pasalnya saat memberikan keterangan pelapor juga berada di ruang yang sama ikut mendengarkan keterangan dari saksi. “Menurut saya proses seperti ini agak aneh ya, apakah seperti itu prosedurnya? Tanya Herly dengan heran.

Sementara itu saat dihubungi melalui no ponselnya, Kasat Reskrim Polres Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro kepada media ini mengungkapkan meski tidak bisa mengungkapkan secara detail naum, proses hukum tersebut masih terus berlanjut, termasuk pengumpulan bukti dan keterangan dari beberapa saksi. “Masihlah, pengembangan proses hukumnya masih terus berpanjut” ungkap Rengga secara singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya. Ricuh RT cantik dengan warganya ini akibat larangan yang diacuhkan Abdullah saat melintas dengan kendaraan roda 4 miliknya di ruas jalan kampung RT.49 yang belum lama dilakukan semenisasi. Meski tidak mendapatkan izin dari ketua RT Abdullah nekat membuka portal yang dibuat sementara oleh warga. Aksi tersebut menurut warga dianggap sebagai tindakan arogan lantaran di barengin dengan umpatan kasar Abdullah kepada Ketua RT.

Bahkan saat nekat melintas ketua RT yang sempat menepis bagian pintu mobil dengan sendal jepitnya dianggap Abdullah sebagai bentuk tindakan perusakan terhadap kendaraan miliknya. ( * )