Loadingtea

 

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Mayoritas pelaku usaha dan ekonomi di Kota Balikapan, mulai grusak-grusuk, “gelisah”. Salah satu sebab, Pemerintah Kota Balikapan, hingga kini belum juga mau memberlakukan tatanan hidup baru di era new normal. Alasannya, zona hitam pandemi Covid-19.

Menanggapi kegelisahan ini, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Balikpapan kembali bersuara lantang, sampaikan aspirasi pelaku usaha agar bisa kembali tampil di pentas usaha di tengah pandemi.
Ketua KADIN Balikpapan Yaser Arafat bahkan menyatakan 100 persen sepakat. New Normal itu sesuatu yang pasti, sementara wabah Covid-19 adalah sesuatu yang tidak pasti.

“Kenapa, karena sampai saat ini belum ada kepastian apakah sudah ada ditemukan vaksin atau obat antivirus yang ampuh mengobati, sementara life must go on, hidup must be continue, hidup harus berlanjut,” kata Yaser di hadapan awak media belum lama ini.

Life Must Go On di tengah pandemi Covid pastinya menjadi alasan utama sehingga Presiden Jokowi memberlakukan New Normal di tengah pandemi, seiring dengan penegasan aturan protokol kesehatan di semua lini.

Nah langkah itu, lanjut Yaser, seharusnya diikuti pula Pemkot Balikapapan, agar sektor riil ekonomi dan usaha di Kota Minyak kembali bergairah. Jika tidak, angka kemiskinan dipastikan semakin bertambah, lapangan pekerjaan menyempit, meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran yang signifikan, bahkan memengaruhi kinerja dan pelayanan Pemkot Balikpapan.

“Kami berharap ada official statemen Pemkot Balikapan terkait pemberlakuan new normal. Sebab, dampak pandemi covid sangat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha dan ekonomi di Balikpapan, kami tidak mau ini terus berlanjut, sementara daerah lain menerapkan new normal,” lanjut Yaser seraya menambahkan, jika dalam penerapan New membuka peluang bertambahnya kasus Covid-19, ia mempersilahkan Pemkot Balikpapan untuk melakukan evaluasi dengan tetap menerapkan new normal.

Langkah bijak, timpal Yaser, adalah memaksimalkan pengawasan dan tindaklanjut terhadap potensi bertambahnya kasus baru, seperti senantiasa mengingatkan warga agar tidak berkumpul dalam jumlah banyak, tetap menerapkan protokol kesehatan-social distancing, cuci tangan, memakai masker di setiap aktivitas, serta memasang spanduk atau stiker imbauan di lokasi yang selalu menjadi titik berkumpulnya orang banyak, seperti di pasar, mall, café dan restoran, dan fasilitas umum lainnya.

“Itu baru langkah bijak, New Normal berjalan, aturan protokol diutamakan. Bukan kekhawatiran yang berlebih hingga menimbulkan persoalan baru yang lebih menakutkan. Sebab, saat ini Covid sudah menjadi bagian dari perjuangan setiap orang untuk senantiasa menjaga diri dan keluarga dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” nilainya.

Yaser mengakui, warga Kota Balikpapan pada dasarnya adalah sehat atau bebas dari wabah Covid-19, sebab rerata mereka yang terpapar Covid adalah orang luar atau pendatang yang masuk ke Balikpapan. Bahkan, sebagian besar dari yang terpapar adalah pekerja di sektor minyak dan gas (migas).

Untuk diketahui, saat ini jumlah kasus Covid-19 di Balikpapan yakni, terkonfirmasi positif 217 orang, PDP 65 orang, pasien sembuh 148 orang dan pasien meninggal dunia 4 orang.

Terakhir, KADIN Balikpapan kembali mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha di semua sektor agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan-aturan yang ditetapkan pemerintah sebagai langkah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Kota Balikpapan. (day)