Arus Kontainer Meningkat, PT KKT Siapkan Strategi Operasional Terukur
PT KKT Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Logistik Nataru 2025
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menyiapkan diri dengan strategi yang jauh lebih matang. Momentum akhir tahun yang identik dengan kepadatan logistik dijadikan perusahaan sebagai ujian kesiapan operasional yang sesungguhnya. Aktivitas bongkar muat yang semakin rapat, arus kontainer yang tumbuh signifikan, hingga jeda kedatangan kapal yang makin pendek mendorong PT KKT mengonsolidasikan seluruh lini agar bekerja dalam satu pola yang terkoordinasi, cepat, dan presisi.
Direktur Utama PT KKT sekaligus Plh. Direktur Operasi dan Teknik, Enriany Muis, menegaskan bahwa persiapan tidak dilakukan secara reaktif, melainkan telah dirancang sejak jauh hari melalui integrasi strategi antar-divisi. Tujuannya, memastikan seluruh elemen operasional mampu bergerak seirama ketika lonjakan aktivitas mencapai titik puncaknya.
“Setiap divisi telah menetapkan langkah antisipasi agar distribusi tugas, koordinasi operasional, dan pengendalian lapangan tetap berjalan konsisten. Semua dirancang untuk memastikan PT KKT mampu menyesuaikan diri dengan lonjakan arus tanpa mengorbankan kelancaran layanan,” jelas Enriany.
Pada sisi infrastruktur utama, tiga unit Quay Container Crane (QCC) yang telah terelektrifikasi penuh sejak Agustus 2025 menjadi jantung operasional dermaga. Elektrifikasi tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga menurunkan emisi sehingga memperkuat penerapan prinsip Green Port yang kini menjadi arah pengembangan terminal.
“Elektrifikasi memberi efisiensi dan membuat operasional lebih ramah lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen PT KKT menghadirkan terminal yang modern, efisien, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, perusahaan juga memperluas kapasitas container yard melalui penambahan extension sitting plate. Fasilitas tambahan tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar bagi tim lapangan dalam mengatur pergerakan kontainer, terutama pada periode dengan kepadatan tertinggi. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah penumpukan dan memastikan alur bongkar muat tetap tertib.
Dari aspek SDM, PT KKT menjalankan pola kerja 24 jam penuh selama tujuh hari, dengan rotasi shift dan briefing yang dilakukan secara rutin. Setiap pergantian shift menjadi momen penting untuk memperbarui informasi lapangan dan menentukan prioritas penanganan, sehingga dinamika operasional dapat direspons secara cepat dan tepat. Koordinasi ketat diberlakukan mulai dari area dermaga, internal movement, gate, hingga dokumentasi layanan.
Enriany menekankan bahwa menjaga kepercayaan pengguna jasa merupakan prinsip utama perusahaan, terutama pada momentum Nataru yang biasanya memicu lonjakan kebutuhan logistik. Stabilitas layanan, ketepatan waktu, dan kesiapan infrastruktur menjadi standar yang terus dijaga.
“Momentum Nataru bukan semata agenda musiman, tetapi bagian dari upaya PT KKT menjaga kualitas layanan sepanjang tahun. Ini menunjukkan orientasi kami terhadap keberlanjutan operasional dan peningkatan pelayanan secara bertahap,” tegasnya.
Menurutnya, periode akhir tahun selalu menjadi ruang pembuktian bagi PT KKT bahwa terminal mampu menghadapi dinamika logistik berskala besar dengan tetap memberikan layanan yang dapat diandalkan.
“Dengan SDM yang terlatih, sistem kerja yang tertata, dan infrastruktur yang solid, kami memastikan pelanggan memperoleh layanan optimal pada saat kebutuhan logistik berada pada titik tertinggi,” tutup Enriany. (*/Adv)
Tinggalkan Balasan