Daki Gunung Galang, Dua Pemuda Lakatan Dilaporkan Hilang
Diduga Mendaki Tengah Malam, Cari Momen Konten Medsos
NUSSA.CO, TOLITOLI – Operasi pencarian (SAR) dua warga Desa Lakatan, Kabupaten Tolitoli, yang dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Galang sejak Minggu (22/03/2026), masih terus dilakukan tim gabungan.
Hingga Selasa (24/03/2026) siang, aksi search and rescue terpusatkan di Dusun Teluk Bone, Desa Kinopasan, Kecamatan Galang. Tim Basarnas dan Polres Tolitoli masih berupaya keras melacak keberadaan dua pemuda tersebut. Kedua korban yang tengah dalam pencarian tersebut diidentifikasi sebagai Moh. Agil alias Calek (21) dan Moh. Rifal alias Pentin (18).
Keduanya merupakan warga Dusun Ogotoba, Desa Lakatan, yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin sore (23/03) sekitar pukul 18.00 Wita.
Kapolres Tolitoli, AKBP Raden Real Mahendra, melalui Kasi Humas Polres Tolitoli AKP Budi Atmojo, membeberkan kronologi awal kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa ini bermula ketika rombongan yang terdiri dari empat pemuda, yakni Fauzan, Moh. Reza, Moh. Agil, dan Moh. Rifal, mulai mendaki Gunung Galang pada Minggu (22/03) sekitar pukul 13.00 Wita.
“Rombongan sempat bermalam di Pos 3 dengan mendirikan bivak untuk beristirahat. Namun, pada keesokan harinya, Senin (23/03), kondisi fisik rombongan mulai tidak merata,” ujar AKP Budi Atmojo dalam keterangan resminya kepada awak media.
Saat itu, Fauzan dan Moh. Reza memutuskan untuk tetap melanjutkan pendakian menuju puncak. Sementara itu, Moh. Agil dan Moh. Rifal yang merasa kelelahan memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan memilih turun kembali menuju desa lebih awal. Perpisahan di Pos 3 itulah yang menjadi titik terakhir keduanya terlihat.
Situasi berubah menjadi kepanikan ketika Fauzan dan Moh. Reza kembali dari puncak pada Senin sore. Setibanya di pemukiman, mereka mendapati Agil dan Rifal ternyata belum sampai di rumah masing-masing. Kekhawatiran keluarga semakin memuncak mengingat keduanya tidak membawa peralatan komunikasi yang memadai untuk kondisi darurat. Mendapat laporan kehilangan tersebut, aparat kepolisian bersama Tim Basarnas segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan koordinasi dan pendataan saksi-saksi guna mempercepat proses pencarian.
Kondisi geografis Gunung Galang menjadi tantangan utama bagi tim pencari. Adris, warga Desa Kinopasan yang cukup mengenal medan pendakian tersebut, menuturkan bahwa jalur menuju puncak memiliki beberapa percabangan yang membingungkan bagi pendaki yang kurang berpengalaman.
“Jika mereka melewati jalur yang benar, seharusnya mereka akan tembus ke kampung Labengga, Desa Ogomoli. Namun, ada jalur di sisi kanan yang sangat menyesatkan, apalagi jika cuaca berkabut atau hari sudah malam. Khawatirnya mereka terjebak di jalan buntu yang berakhir pada jurang terjal,” jelas Adris dengan nada prihatin.
Di sisi lain, kesedihan mendalam menyelimuti warga Desa Lakatan. Ftiriningsih, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa sebelum berangkat, keempat pemuda tersebut sempat bercerita ingin membuat konten video pendakian untuk diunggah ke media sosial.
“Dua orang yang pulang (Fauzan dan Reza) memang lebih berpengalaman. Kami warga sangat cemas, apalagi ini sudah masuk hari kedua mereka hilang di hutan. Semoga saja mereka hanya tersesat sementara dan bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” harap Ftiriningsih.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan terus menyisir area antara Pos 3 hingga lereng-lereng curam gunung. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar Kecamatan Galang untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda, jejak kaki, atau barang milik korban di area pegunungan. (ham)
Tinggalkan Balasan