Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Meski Pemerintah Kota Balikpapan mengikuti instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sektor pendidikan dipastikan tidak akan tersentuh pemangkasan program yang menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan menegaskan bahwa seluruh agenda utama, mulai dari pembayaran gaji guru hingga program seragam sekolah gratis, tetap berjalan tanpa pengurangan.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menekankan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pemetaan detail agar kebijakan penyesuaian anggaran tidak berdampak pada siswa maupun tenaga pendidik.

“Kalau ada pengurangan, yang dipangkas hanya kegiatan internal seperti perjalanan dinas. Program untuk masyarakat tidak tersentuh. Kami sudah memetakan mana yang aman untuk dikurangi,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Menurut Irfan, komitmen untuk menjaga kualitas layanan pendidikan menjadi prioritas, sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan. Ia menyebutkan, sejumlah program inti tetap dilindungi dari pemangkasan, di antaranya gaji guru, subsidi pendidikan bagi sekolah swasta, dan penyediaan seragam sekolah gratis untuk siswa baru.

“Ini program prioritas wali kota sekaligus kebutuhan dasar masyarakat, jadi apapun kondisinya program ini harus tetap berjalan,” tegasnya.

Untuk program seragam gratis, Disdikbud telah menyiapkan pendataan sejak awal tahun agar distribusi dapat dilakukan tepat waktu bersamaan dengan tahun ajaran baru. Bila evaluasi lapangan menunjukkan penambahan kebutuhan, maka kuota dapat disesuaikan.

Selain mempertahankan program wajib, Irfan memastikan bahwa peningkatan mutu pendidikan tetap menjadi fokus. Upaya tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan sarana sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Ia menyadari bahwa penyesuaian fiskal tidak terhindarkan, namun kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan.

“Efisiensi memang harus dilakukan, tetapi mutu pendidikan tidak boleh turun. Itu komitmen kami,” tegasnya.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Balikpapan berharap proses belajar mengajar tetap optimal, serta peningkatan mutu pendidikan dapat terjaga meski daerah menghadapi pengetatan fiskal nasional. (Adv/DiskominfoBpp)