Taman Bekapai Disulap Jadi Zona Wisata Halal Pertama di Balikpapan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan resmi memulai pengembangan wisata halal dengan menjadikan Taman Bekapai sebagai proyek percontohan destinasi halal pertama. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Balikpapan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan, dan Kementerian Agama (Kemenag), sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem wisata yang ramah bagi pengunjung muslim.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robby Aryadi, menyebut pengembangan kawasan halal sangat relevan dengan karakter demografis masyarakat Balikpapan yang mayoritas beragama Islam. Selain sebagai kebutuhan spiritual, wisata halal juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dan berkelanjutan.
“Sudah saatnya Balikpapan memiliki destinasi wisata halal yang representatif. Taman Bekapai adalah titik awal untuk membangun kawasan wisata yang tidak hanya menarik, tapi juga memenuhi standar halal dan thayyib,” jelas Robby pada Kamis (19/6/2025).
Untuk mewujudkan kawasan halal ini, BI telah melakukan pelatihan khusus Juru Sembelih Halal (Juleha) bagi para pedagang ayam di sekitar Taman Bekapai. Ini untuk memastikan seluruh produk kuliner yang dijual sesuai kaidah syariah dan aman dikonsumsi.
“Seluruh pedagang ayam di sini telah dilatih. Daging yang dijual tidak hanya halal secara label, tapi juga sesuai prosesnya. Kami ingin wisatawan dan masyarakat merasakan kenyamanan saat membeli makanan,” tambahnya.
Penguatan infrastruktur ibadah juga dilakukan. Mushala, tempat wudhu, dan fasilitas sanitasi yang bersih telah disiapkan di area kuliner dan zona PKL. Fasilitas ini menjadi penunjang utama kawasan halal agar memenuhi kebutuhan ibadah pengunjung.
Tak berhenti di Taman Bekapai, Robby menyampaikan bahwa pengembangan serupa akan diperluas ke wilayah lain seperti Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot dan camat setempat.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, menyebut bahwa kawasan kuliner halal bukan hanya menjawab kebutuhan umat, tetapi juga merupakan peluang besar dalam penguatan ekonomi lokal.
“Industri makanan halal punya nilai ekonomi tinggi. Apalagi dengan strategi promosi yang tepat, kawasan seperti Taman Bekapai bisa menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun luar daerah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari ekosistem halal, BI juga menggandeng perbankan syariah seperti BPD Kaltimtara Syariah untuk mendukung sistem pembiayaan dan transaksi yang sesuai prinsip syariah. Langkah ini memperkuat integrasi antara sektor riil dan keuangan halal.
“Halal bukan sekadar keyakinan, tetapi peluang besar bagi ekonomi nasional. Balikpapan bisa jadi contoh bagaimana pendekatan religius bisa selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Robby. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan