Proyek Rehab Rumah Guru SDN Kabetan Dikeluhkan
Guru Terpaksa Numpang Tinggal di Sekolah
NUSSA.CO, TOLITOLI – Proyek rehab rumah dinas guru di SDN Kabetan–Pulau Kabetan, Kecamatan Ogodeide dikeluhkan. Pasalnya, setelah proses pengadaan langsung selesai pada medio Agustus lalu, progress pekerjaan konstruksinya dinilai lamban.
“Oh iya, sudah sejak Agustus lalu rumah dinas guru dibongkar, pondasinya saja belum ada, belum dikerjakan kontraktor, entah alasannya apa, namun yang jelas hingga saat ini proyek itu belum berjalan. Kasian guru kami yang bertugas di Kabetan, terpaksa menumpang tinggal di salah satu ruang kelas di sekolah,” ungkap Kepala Sekolah SDN Kabetan, Ulfaridah Madas kepada Nussa.co, Selasa (15/10/2024).
Dikonfirmasi terpisah, Yoli-kontraktor kegiatan mengaku, proyek rehab rumah dinas guru saat ini dalam proses pelaksanaan. “Silakan saja cek di sana, (Kabetan, Red), saya masih di Tolitoli Utara ini,” jawab Yoli singkat, via selulernya.
Sementara itu, upaya konfirmasi media ini ke Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar sekaligus PPK kegiatan, Ayatullah, belum membuahkan hasil.
Untuk diketahui, proyek rebah rumah dinas guru di Pulau Kabetan, Kecamatan Ogodeide dikerjakan oleh CV. Wirajaya Perkasa dengan nilai kontrak Rp 200.000.000.
Perusahaan yang beralamatkan di Dusun Bone, Desa Tinigi, Kecamatan Galang itu, melaksanakann tahapan kegiatan dengan uraian seperti, persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pasangan, dinding, lantai dan plesteran, pekerjaan beton bertulang, pekerjaan kosen, pintu, jendela dan ventilasi, pekerjaan kap/kuda-kuda/gording/atap dan plafond, pasangan kunci dan alat penggantung, pekerjaan instalasi listrik, pengecetan, hingga sanitair.
Proyek dengan kode paket 7917511, anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tolitoli tahun 2024. Sedangkan tanggal pembuatan seperti yang tercantum dalam laman LPSE yakni 13 Agustus 2024, dan tahap paket saat ini telah selesai. Dan satuan kerja ada proyek rehab adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli.
Menyayangkan belum jalannya proyek rehab rumah guru berdasarkan keluhan kepala sekolah dan masyarakat Kabetan, Ketua LSM Bumi Bhakti Ahmad Pombang meminta OPD terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera turun tangan menindaklanjuti keluhan tersebut.
“Ini menyangkut kepentingan kemajuan pendidikan di daerah khususnya anak-anak di Pulau Kabetan, kalau proyek pendidikan saja tidak begitu diperhatikan, bagaimana kita bisa menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Kami minta Dinas Pendidikan, bila perlu bupati agar lebih care terhadap dunia pendidikan,” pintanya. (ham)
Tinggalkan Balasan