Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama Komisi III DPRD Kota Balikpapan. Ketua Komisi III, Yusri, mendorong perubahan paradigma masyarakat agar melihat sampah bukan sekadar limbah, melainkan potensi yang dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Masalah sampah sering dipandang sebagai beban. Padahal, jika dikelola dengan benar, sampah bisa menjadi sumber ekonomi yang bermanfaat. Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar melihat sampah sebagai peluang,” ujar Yusri pada Kamis, 7 November 2024.

Untuk mengoptimalkan potensi ini, DPRD Balikpapan tengah bekerja sama dengan Universitas Brawijaya guna merumuskan metode pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan. Riset ini bertujuan untuk menghasilkan produk bernilai, seperti kompos, kerajinan daur ulang, atau energi alternatif.

“Kami menggandeng Universitas Brawijaya untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus ekonomis. Hasilnya nanti diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Yusri.

Selain itu, DPRD juga mengkaji keberhasilan daerah lain dalam memanfaatkan sampah untuk kepentingan ekonomi. Model serupa diharapkan dapat diterapkan di Balikpapan untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi sampah sebagai sumber daya.

Dalam menghadapi pertumbuhan kota dan peningkatan volume sampah, DPRD juga mempertimbangkan opsi perluasan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS). Rencana ini bertujuan memastikan pengelolaan sampah tetap efektif di tengah meningkatnya jumlah penduduk.

“Kami sedang merencanakan perluasan TPAS untuk mengantisipasi kebutuhan jangka panjang. Ini penting agar pengelolaan sampah kota tetap berjalan optimal,” terang Yusri.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memberikan insentif ekonomi kepada masyarakat. Dengan memotivasi warga untuk mengelola sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas, program ini tidak hanya akan memperbaiki kondisi lingkungan tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

“Jika ada peluang ekonomi dari pengelolaan sampah, masyarakat akan lebih aktif berperan serta. Kami yakin ini bisa memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan mereka,” tutup Yusri.

Dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif ini, DPRD Balikpapan berharap pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga pendorong ekonomi yang berkelanjutan. (*/ADV/DPRD Balikpapan/her).