Digitalisasi Sekolah Maju, DPRD Ingatkan Pemerataan Infrastruktur Pendidikan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Transformasi infrastruktur pendidikan di Kota Balikpapan mulai menunjukkan arah positif, ditandai dengan penerapan teknologi digital seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) hingga ke ruang-ruang kelas. Inovasi ini dinilai sebagai langkah maju dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, transparan, dan terkontrol.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sofyan Jufri, menilai digitalisasi tersebut menjadi bagian penting dalam modernisasi sistem pendidikan. Ia menegaskan, keberadaan CCTV bukan sekadar alat pemantau, tetapi juga berperan dalam meningkatkan akuntabilitas proses pembelajaran di sekolah.
“Dengan adanya CCTV, aktivitas belajar mengajar bisa dipantau secara objektif. Ini menjadi alat evaluasi sekaligus upaya mencegah potensi pelanggaran di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan sistem pengawasan berbasis teknologi mampu memberikan rasa aman, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Selain itu, rekaman yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi terhadap kualitas interaksi dan metode pengajaran di dalam kelas.
Meski demikian, Sofyan mengingatkan agar pemerintah tidak terlena dengan capaian digitalisasi semata. Ia menilai, masih terdapat persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan, terutama terkait ketimpangan fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah.
“Jangan sampai kita terlalu fokus pada teknologi, tetapi kebutuhan dasar seperti ruang kelas, sarana penunjang, dan tenaga pengajar justru terabaikan. Ini yang harus diseimbangkan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, masih ada sekolah yang menghadapi keterbatasan kapasitas ruang belajar hingga minimnya fasilitas pendukung. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pendidikan jika tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Sofyan menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam menghadapi pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Balikpapan. Tanpa dukungan infrastruktur pendidikan yang memadai, disparitas akses pendidikan dikhawatirkan semakin melebar, khususnya di wilayah padat penduduk.
“Pemerataan harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin ada sekolah yang penuh sesak, sementara di tempat lain justru kekurangan fasilitas,” katanya.
Komisi IV DPRD, lanjutnya, akan terus mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui pembangunan unit sekolah baru, tetapi juga pembenahan fasilitas di sekolah yang sudah beroperasi.
Dengan menggabungkan kemajuan teknologi dan penguatan infrastruktur dasar, Balikpapan diharapkan mampu menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (day)
Tinggalkan Balasan