Bukan Sekadar Gadai, Pegadaian Kini Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-125 PT Pegadaian dimanfaatkan sebagai penegasan arah baru perusahaan: memperkuat transformasi digital, memperluas inklusi keuangan berbasis emas, serta memperdalam peran sosial di tengah masyarakat. Di tengah dinamika industri keuangan, Pegadaian menegaskan posisinya tidak sekadar sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif dan kompetitif.
Mengusung tema “Pegadaian MengEMASkan Indonesia”, peringatan yang digelar pada 1 April 2026 ini menjadi refleksi perjalanan panjang perusahaan dalam menjaga relevansi di tengah perubahan zaman. Selama lebih dari satu abad, Pegadaian dinilai berhasil menjaga stabilitas kinerja sekaligus bertransformasi melalui inovasi layanan dan digitalisasi.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, dalam amanatnya menegaskan bahwa capaian perusahaan saat ini tidak terlepas dari konsistensi dalam menjaga produktivitas, memperluas layanan, serta memperkuat tata kelola berbasis integritas.
“Perjalanan 125 tahun ini adalah bukti bahwa Pegadaian mampu bertahan, tumbuh, dan beradaptasi. Ini menjadi fondasi untuk terus melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Secara kinerja, Pegadaian mencatat pertumbuhan yang solid melalui penguatan bisnis, inovasi produk, serta akselerasi transformasi digital. Di sisi lain, perusahaan juga mulai memperluas jejak global, di antaranya melalui pembukaan cabang di Timor-Leste serta kerja sama pendanaan internasional dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) di Jepang.
Tak hanya itu, pengembangan instrumen investasi berbasis emas seperti Exchange Traded Fund (ETF) menjadi langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap instrumen keuangan modern yang aman dan terjangkau.
Di tingkat daerah, Rinaldi Lubis menegaskan bahwa peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kolaborasi dan kontribusi sosial.
“Ini bukan hanya refleksi perjalanan, tetapi juga penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wujud nyata kepedulian, Pegadaian juga menjalankan program “Pegadaian Peduli Berbagi” di 125 titik secara nasional. Khusus wilayah Kalimantan, Pegadaian Kanwil IV Balikpapan menyalurkan bantuan di 10 lokasi dengan total nilai Rp50 juta, mencakup kebutuhan pokok, sanitasi, hingga dukungan pendidikan.
Selain itu, kegiatan media gathering yang dihadiri puluhan jurnalis dari Balikpapan dan Samarinda turut digelar untuk memperkuat komunikasi publik. Rangkaian acara ditutup dengan Halal Bihalal internal sebagai penguatan nilai kebersamaan dan spiritual pasca-Idulfitri.
Melalui kombinasi inovasi bisnis, ekspansi global, dan kepedulian sosial, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan yang tidak hanya kuat secara kinerja, tetapi juga relevan bagi kebutuhan masyarakat. (*/day)
Tinggalkan Balasan