Loadingtea

Kemeriahan Peringatan Hardiknas di Balikpapan

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kemeriahan dan semangat kebhinekaan menghiasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balikpapan tahun ini. Para peserta upacara, mulai dari siswa, guru, hingga pegawai negeri, memenuhi halaman Balai Kota Balikpapan dengan mengenakan pakaian adat yang memukau dari berbagai daerah di Indonesia. Pemandangan warna-warni dan keindahan busana adat menjadi simbol dari kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dijunjung tinggi. Acara ini dimulai tepat pukul 07.30 Wita, Kamis (2/5/2024), di bawah sinar matahari pagi yang cerah.

Asisten 1 Setdakot Balikpapan, Zulkifli, memimpin jalannya upacara sebagai perwakilan dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang sedang menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kota Samarinda.

Musrenbang ini merupakan bagian dari upaya untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemprov Kaltim 2025.

Meskipun Rahmad Mas’ud tidak dapat hadir secara langsung, semangat perayaan Hardiknas tetap menyala. Zulkifli menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Balikpapan sebelum membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem A Makarim. Dalam sambutannya, Mendikbudristek menekankan pentingnya Gerakan Merdeka Belajar sebagai tonggak dalam transformasi sistem pendidikan nasional menuju yang lebih baik.

Sebagai bagian dari peringatan tersebut, Zulkifli memberikan penghargaan kepada beberapa sekolah penggerak dan sekolah idaman yang telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan di Balikpapan. Tidak hanya itu, dia juga menyematkan satya lencana kepada enam Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai penghargaan atas dedikasi mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan di kota ini.

Pemerintah Kota Balikpapan juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dengan memberikan bantuan dana hibah kepada lembaga keagamaan dan rumah ibadah. “Bantuan yang nilainya berkisar mulai dari Rp35 juta hingga Rp100 juta, diharapkan dapat memperkuat kerjasama antarlembaga dalam memajukan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat,” ujarnya.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Marilah kita terus bergotong royong untuk menyemarakkan dan melanjutkan Gerakan Merdeka Belajar demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” sambung Zulkifli yang berharap kemajuan pendidikan di Balikpapan. (*/yes)