Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan meluncurkan serangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif untuk mendorong kesadaran publik mengenai hak-hak anak sekaligus membentuk karakter generasi muda yang percaya diri, tangguh, dan kreatif.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi, menegaskan bahwa kegiatan HAN tahun ini tidak sekadar seremoni tahunan. “Kami ingin menjadikan momen ini sebagai ruang partisipatif, inklusif, dan menyeluruh bagi anak-anak. Kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, mulai OPD terkait, Forum Anak di tiap kecamatan, PPATBM, HIMPSI, hingga organisasi psikolog profesional,” ujar Umar Adi saat ditemui di Balai Kota, Senin (21/7/2025).

Beberapa program telah dimulai sejak pekan lalu, di antaranya pertemuan Forum Anak Balikpapan Utara, kegiatan berbagi bersama anak yatim piatu dan penghuni panti asuhan, serta aktivitas yang membangun solidaritas dan empati di kalangan anak. Puncak kegiatan yang menjadi sorotan adalah talkshow bertema “Aku Ingin Menjadi”, di mana anak-anak diberi kesempatan mengungkapkan cita-cita mereka di hadapan publik dan bertemu langsung dengan para profesional dari berbagai bidang, seperti dokter, guru, dan polisi. “Kami ingin menanamkan keyakinan bahwa semua impian bisa diraih dengan usaha, inspirasi, dan dukungan lingkungan yang positif,” tambah Adi.

Lebih jauh, DP3AKB menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter anak yang berani bermimpi, tangguh, dan mampu mengambil peran sosial di masyarakat. Upaya tersebut selaras dengan evaluasi status Kota Layak Anak (KLA) yang tengah menanti hasil dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Balikpapan berharap tidak hanya mempertahankan kategori utama, tetapi juga meningkatkan standar perlindungan anak ke tingkat lebih tinggi.

DP3AKB menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak melalui kebijakan yang berpihak pada anak serta program berkelanjutan yang menanamkan nilai kepedulian, keberanian, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perlindungan anak memerlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. (Adv/DiskominfoBpp)