Loadingtea

Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala kembali menggelar kegiatan penting yang melibatkan bendahara dan kepala sekolah se-Kabupaten Donggala. Kegiatan yang berlangsung di Vila Rumah Sunset, Boneoge ini bertujuan untuk mengumpulkan data belanja sekolah yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025, sebagai persiapan untuk pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

 

Kegiatan ini, yang diorganisir oleh Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, dihadiri oleh seluruh bendahara Dana BOS serta kepala sekolah dari berbagai sekolah menengah pertama di wilayah tersebut. Ini merupakan langkah strategis dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Donggala.

 

Kepala Bidang SMP, Irwan, SH, hadir langsung untuk memantau jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, Irwan menekankan, “Kegiatan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan upaya bersama untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari Dana BOS benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan. Kami ingin semua bendahara dan kepala sekolah memahami pentingnya pengelolaan dana yang baik dan benar.”

 

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diberikan penjelasan tentang prosedur pengelolaan dana BOS yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pembicara yang dihadirkan juga memberikan wawasan mengenai cara menyusun laporan keuangan yang akurat dan transparan. Salah satu narasumber, Dr. Siti Aminah, seorang ahli pendidikan dan pengelolaan keuangan, menekankan pentingnya pelatihan semacam ini. “Pengelolaan dana pendidikan yang baik adalah cerminan dari komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Setiap dana yang dikelola dengan baik akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa,” ujarnya.

 

Meskipun kegiatan ini mendapatkan respons positif, beberapa peserta juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan dana BOS. “Kami sering kali kesulitan dalam memahami semua regulasi yang berubah-ubah. Diperlukan lebih banyak sosialisasi dan bimbingan agar kami bisa melaksanakan tugas ini dengan baik,” ungkap Bapak Ahmad, salah satu bendahara dari SMP Negeri 1 Donggala.

 

Dengan semangat kolaborasi, Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan pengelola dana BOS melalui pelatihan dan kegiatan serupa di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan pengelolaan dana pendidikan yang lebih transparan dan akuntabel.

 

Sebagai penutup, Irwan menegaskan, “Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat lebih memahami dan menjalankan tanggung jawabnya dalam pengelolaan dana BOS yang transparan. Mari kita bekerja sama untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Donggala.”

 

Dengan dukungan dan kolaborasi yang baik antara Dinas Pendidikan dan para pemangku kepentingan, diharapkan pengelolaan dana BOS akan semakin optimal, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah ini. (JBX)