Ditabrak hingga Patah Kaki, Korban Mengaku Ditinggalkan Demi Antar Anak Les
Korban Keluarkan Puluhan Juta Biaya Medis
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Nasib nahas menimpa Eko Pebruarita (47). Perempuan asal Balikpapan itu harus menjalani operasi dan perawatan lanjutan setelah mengalami patah kaki akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Pattimura, Balikpapan, pada Jumat (19/12/2025) lalu.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban mengendarai sepeda motor Honda Vario dari arah Terminal Batu Ampar menuju kawasan Warung Kokom. Namun sebelum tiba di tujuan, sepeda motor yang dikendarainya diduga ditabrak kendaraan minibus jenis Toyota Innova dari arah belakang.
“Saya bawa motor pelan. Sudah mau sampai, tiba-tiba dari belakang ditabrak mobil Innova. Saya lupa warna mobilnya,” ujar Eko saat ditemui, Kamis (8/1/2026).
Benturan keras membuat korban terlempar dari sepeda motornya dan jatuh ke sisi kiri jalan dalam posisi duduk. Saat berusaha bergerak, Eko menyadari kaki kanannya tidak lagi dapat digerakkan. “Saya langsung merasa kaki kanan saya tidak bisa digerakkan dan sangat sakit. Saya sudah yakin itu patah, makanya saya minta jangan diangkat sembarangan,” tuturnya.
Warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Namun korban memilih menunggu bantuan medis tiba di lokasi kejadian karena khawatir kondisinya semakin parah.
Eko juga mengingat, usai kejadian, kendaraan minibus yang menabraknya sempat menepi di bagian depan. Ia melihat seseorang turun dari mobil tersebut, namun hanya sebentar sebelum kembali pergi meninggalkan lokasi. “Saya tidak tahu itu pemilik mobil atau bukan. Yang jelas saat itu ada anggota polisi yang sedang patroli dan langsung membantu,” katanya.
Sekitar 20 menit kemudian, ambulans tiba di lokasi. Di waktu yang hampir bersamaan, suami korban, Digdo Susilo, juga datang dan langsung membawa Eko ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapatkan penanganan medis.
Digdo mengungkapkan, orang yang turun dari kendaraan roda empat tersebut sempat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian di lokasi kejadian. “Sepertinya yang turun itu sopirnya. Tidak lama kemudian pergi dengan alasan harus mengantar anak pemilik mobil les dan takut terlambat,” ungkap Digdo.
Menurut Digdo, saat berada di rumah sakit, istrinya sempat didatangi seorang perempuan yang diduga merupakan pemilik kendaraan dan berprofesi sebagai dokter. Namun setelah itu tidak ada kejelasan tindak lanjut, sementara operasi terhadap korban tetap dilakukan pada malam hari.
“Kaki istri saya patah dan harus dipasang pen. Dirawat sekitar empat hari, dan sekarang masih rawat jalan dengan kontrol rutin,” jelasnya.
Digdo menyebut, biaya pengobatan yang telah dikeluarkan hingga saat ini mencapai puluhan juta rupiah, termasuk biaya operasi dan perawatan lanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa pemilik kendaraan yang diduga terlibat diketahui merupakan dokter di salah satu rumah sakit swasta di Balikpapan, sementara suaminya berprofesi sebagai jaksa. Namun ditegaskan, suami dari terduga pemilik kendaraan tidak terlibat langsung dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
“Sempat ada pemanggilan ke Polres, tapi yang hadir anak saya karena saya harus mendampingi istri menjalani operasi,” katanya.
Dalam pertemuan itu, lanjut Digdo, anaknya ditawari uang tali asih sebesar Rp7,5 juta. Namun tawaran tersebut ditolak karena tidak sebanding dengan biaya pengobatan yang telah dikeluarkan. “Saya sampaikan ke anak saya, jangan diterima. Dari operasi sampai rawat jalan saja sudah habis sekitar Rp50 juta,” tegasnya.
Digdo berharap kasus yang menimpa istrinya dapat ditangani secara serius dan profesional oleh aparat penegak hukum, tanpa melihat latar belakang profesi pihak-pihak yang terlibat. “Harapan kami, kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian masih terus dilakukan, namun belum diperoleh keterangan resmi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. (*/day)
Tinggalkan Balasan