Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menggelar program Sedekah Jariyah Ramadan atau Sajadah selama bulan Ramadan 2025. Program ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial dan keikhlasan sejak dini kepada para siswa di Balikpapan.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya berfokus pada penggalangan dana, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Menurutnya, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menanamkan kebiasaan berbagi kepada sesama.

“Gerakan ini kami dorong agar para siswa memahami bahwa berbagi tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa empati dan kepedulian tinggi,” ungkap Irfan. Senin (17/3/2025)

Program ini melibatkan seluruh satuan pendidikan di Balikpapan, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pengumpulan dana berlangsung pada 6-12 Maret 2025, dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar.

Pada Minggu (16/3/2025) malam, bertepatan dengan momen peringatan Nuzulul Qur’an, Pemerintah Kota Balikpapan secara simbolis menyerahkan hasil dari kegiatan tersebut kepada pengurus Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC).

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Disdikbud Balikpapan. Ia menilai gerakan ini menjadi praktik baik yang bisa menjadi teladan bagi daerah lain.

“Ini adalah amal jariyah yang sangat baik. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi kita tidak hanya belajar berbagi, tetapi juga memahami arti keikhlasan dan kepedulian sosial. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ujar Bagus.

Total dana yang terkumpul dalam program Sajadah mencapai Rp259.057.500. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk mendukung fasilitas rumah ibadah dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Irfan Taufik menambahkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk kepala sekolah yang berperan aktif mengoordinasikan pengumpulan sedekah di lingkungan sekolah masing-masing. Selain itu, orang tua siswa juga turut berperan dengan mendorong anak-anak mereka agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Gerakan ini tidak hanya sebatas mengumpulkan dana, tetapi juga membangun karakter anak-anak kita. Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas,” tambah Irfan.

Lebih lanjut, Disdikbud Balikpapan berencana menjadikan gerakan Sajadah sebagai program tahunan yang melibatkan lebih banyak pihak, termasuk komunitas, organisasi keagamaan, dan dunia usaha. Harapannya, program ini dapat menjadi wadah bagi siswa-siswi Balikpapan untuk terus mengasah rasa empati, kepedulian sosial, dan jiwa gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan adanya gerakan ini, diharapkan siswa-siswi Balikpapan tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai generasi penerus yang peduli terhadap sesama. (Adv/DiskominfoBpp)