Makna Hari Kartini, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis: “Semua Bisa Sekolah, Tapi Belum Semua Boleh Jadi Pintar”
NUSSA.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengajak masyarakat untuk kembali merenungkan makna perjuangan perempuan Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kartini.
Melalui unggahan di media sosial, politisi muda dari PDI Perjuangan itu menyoroti bahwa perjuangan emansipasi perempuan belum sepenuhnya usai, meski akses pendidikan kini semakin terbuka.
“Semua bisa sekolah, tapi belum semua boleh jadi pintar. Banyak perempuan masih harus ‘izin’ untuk bermimpi,” ujar Ananda. Jum,at, (2/5/2025).
Menurut Ananda, kendati kemajuan sudah terlihat dalam sektor pendidikan, banyak perempuan di Indonesia yang masih menghadapi hambatan sosial dan budaya untuk mengembangkan potensinya. Norma-norma yang mengekang dan tekanan peran gender tradisional masih menjadi tantangan nyata.
“Perjuangannya belum selesai. Masih banyak yang belum punya ruang untuk bisa ngejar pendidikan setinggi langit,” tambahnya.
Ia menggambarkan realitas yang kerap terjadi, di mana perempuan harus mengubur impian karena harus menikah muda, menjadi ibu rumah tangga, atau menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan ketika perempuan mencoba mengejar beasiswa atau karier, tidak sedikit yang dicap terlalu ambisius.
“Ada yang terpaksa jadi ibu rumah tangga atau tulang punggung keluarga, padahal masih mau ngejar mimpi. Ada juga yang dibilang terlalu ambisius waktu ngejar beasiswa,” ucap Ananda.
Baginya, perjuangan R.A. Kartini tetap relevan di masa kini. Pendidikan, menurut Ananda, bukan sekadar soal ijazah, tapi tentang akses yang setara, ruang untuk tumbuh, dan kepercayaan yang diberikan kepada perempuan untuk menunjukkan kapasitasnya.
“Negara ini tidak kekurangan perempuan cerdas, tapi kekurangan ruang bagi perempuan untuk tumbuh,” pungkasnya.
Menutup pesannya, Ananda menyerukan agar perempuan Indonesia terus membawa semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Ia percaya bahwa ketika perempuan diberi ruang yang layak, mereka akan membawa perubahan besar bagi kemajuan bangsa.
“Saya mengajak seluruh perempuan untuk menjadi sosok yang kuat, cerdas, dan berani dalam memperjuangkan hak-haknya, serta mampu menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” tutupnya. (ADV)
Tinggalkan Balasan