Sinergi Kesehatan, Rutan Balikpapan dan Empat Puskesmas Gelar Skrining Massal
Warga Binaan Antusias Ikuti Skrining HIV–Sifilis di Rutan Balikpapan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Di tengah tantangan besar pelayanan pemasyarakatan, kesehatan warga binaan kini menjadi perhatian yang tidak bisa ditawar. Lingkungan hunian yang padat, aktivitas komunal tanpa jarak, serta mobilitas tinggi antarblok membuat deteksi dini penyakit menular menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Berangkat dari kondisi itu, Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Balikpapan melaksanakan Skrining Penyakit Menular HIV dan Sifilis untuk 226 Warga Binaan pada Jumat, 12 Desember 2025.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan skala besar ini menggandeng empat Puskesmas sekaligus, yaitu Puskesmas Karang Rejo, Sepinggan, Muara Rapak, dan Baru Tengah. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan bagi warga binaan, sekaligus meminimalkan potensi penularan penyakit menular di lingkungan rutan area dengan tingkat kerentanan lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.
Alur kegiatan dimulai dari proses registrasi, pendataan riwayat kesehatan, wawancara awal, hingga pengambilan sampel darah yang dilakukan langsung oleh tenaga medis profesional. Setiap tahapan dilakukan dengan standar prosedur operasional yang ketat untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kerahasiaan data kesehatan warga binaan.
Selama proses skrining berlangsung, warga binaan menunjukkan antusiasme tinggi. Tak sedikit dari mereka yang menyampaikan rasa lega karena bisa mengetahui kondisi kesehatan secara lebih pasti. Program ini juga memberikan edukasi langsung mengenai pencegahan HIV dan Sifilis, sehingga warga binaan mendapatkan pemahaman lebih baik terkait pola hidup sehat, risiko penularan, hingga pentingnya deteksi dini.
Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, mengapresiasi penuh sinergi seluruh Puskesmas yang terlibat. “Pemenuhan hak kesehatan adalah bagian penting dari tugas kami. Skrining ini membantu kami memastikan warga binaan tetap sehat, sehingga proses pembinaan berjalan optimal. Pembinaan tidak hanya soal mental dan perilaku, tetapi juga kondisi fisik yang prima. Kami sangat berterima kasih atas dukungan besar dari empat Puskesmas hari ini,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan skrining ini, Rutan Balikpapan menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga hak dasar warga binaan, sekaligus memperkuat upaya preventif dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan sehat. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi fisik yang lebih baik, pengetahuan lebih luas, dan kesiapan hidup sehat setelah bebas. (*/day)
Tinggalkan Balasan