Warga Diminta Tertib Buang Sampah untuk Kurangi Risiko Banjir
DLH Balikpapan Bangun TPST di Graha Indah, Solusi Kelola Sampah
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir di wilayah Graha Indah, Balikpapan Utara. Hal ini ditegaskan oleh Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, yang menyoroti bahwa perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Menurut Arif Rachman, meskipun faktor alam seperti tingginya curah hujan yang bersamaan dengan pasang air laut turut berpengaruh terhadap potensi banjir, kebiasaan warga yang tidak tertib dalam mengelola sampah memperparah kondisi tersebut. Sampah yang menyumbat saluran air berpotensi besar menimbulkan genangan hingga banjir di kawasan permukiman.
“Kalau banjir memang ada faktor alam, seperti hujan deras yang bertepatan dengan pasang air laut sehingga memperlambat aliran air ke laut. Namun, Alhamdulillah kemarin meskipun sempat pasang, air bisa cepat surut,” ujar Arif saat ditemui di Graha Indah. Sabtu (15/3/2025)
Lebih lanjut, Arif mengakui bahwa masih ada sebagian warga yang kerap membuang sampah sembarangan, terutama pada malam hari. Karena itu, pihak kelurahan terus berupaya meningkatkan kesadaran warga dengan menggandeng Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Ketua RT untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola pembuangan sampah yang lebih tertib dan bertanggung jawab.
Sebagai langkah konkret dalam penanganan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan akan membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di depan kantor Kelurahan Graha Indah tahun ini. Diharapkan, kehadiran TPST ini dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif di wilayah tersebut. “Kami berharap fasilitas ini bisa menjadi solusi agar sampah tidak lagi berserakan dan menghambat aliran air,” tambahnya.
Selain itu, warga juga diimbau untuk membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni antara pukul 18.00 hingga 06.00. Meski aturan ini sudah disosialisasikan, Arif mengakui bahwa masih ada warga yang belum sepenuhnya mematuhinya, sehingga menyebabkan permasalahan dalam pengelolaan sampah.
Untuk meningkatkan kesadaran kolektif, pihak kelurahan juga melibatkan tokoh agama dalam menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Arif menegaskan bahwa nilai-nilai agama yang mengajarkan bahwa “kebersihan adalah sebagian dari iman” diharapkan mampu menyentuh hati masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. “Apalagi Balikpapan telah dinobatkan sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia. Ini adalah kebanggaan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan