48 Kelompok UMKM Ramaikan Gebyar 2025 di BSCC Dome Balikpapan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor usaha kecil. Hal ini ditandai dengan dibukanya Gebyar UMKM 2025 di BSCC Dome, Selasa (12/8/2025), sebuah ajang pameran dan promosi produk lokal yang diharapkan mampu mengakselerasi daya saing UMKM agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Agustus 2025 ini menghadirkan 48 kelompok UMKM binaan, terdiri dari 30 stan indoor dan 18 stan outdoor. Tidak hanya menampilkan produk pangan, tetapi juga beragam hasil kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif lain yang menjadi kebanggaan daerah.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang membuka langsung acara tersebut menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian kota. Menurutnya, Gebyar UMKM bukan sekadar pameran, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat jaringan bisnis, sekaligus mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
“Balikpapan memiliki lebih dari 87 ribu unit usaha yang tersebar di 17 sektor. Ke depan, kami ingin UMKM tidak hanya mengandalkan produk pangan, tetapi juga mendorong lahirnya kerajinan lokal yang dikemas lebih kreatif agar mampu bersaing hingga pasar global,” tegas Rahmad.
Rahmad juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi multi-stakeholder. Ia mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas jaringan pemasaran. “Kalau dikelola serius, produk lokal kita bisa menjadi komoditas unggulan, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy, menyebut Gebyar UMKM 2025 sebagai upaya konkret untuk mendorong UMKM naik kelas. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus wadah edukasi, promosi, serta jejaring bisnis yang dapat memperkuat peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
“Dengan adanya Gebyar UMKM, kami berharap muncul terobosan baru bagi pelaku usaha, sehingga mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi lebih berdaya saing dan berorientasi ekspor,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan