Loadingtea

NUSSA,CO – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, SE, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Tanantovea dan Labuan.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan bencana berlangsung dengan cepat dan terkoordinasi, menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada tanggal 11 Januari 2026.

Bersama dengan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, serta perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bupati Vera mengunjungi sejumlah desa yang terdampak, termasuk Desa Wani I, Wani II, Wani III, Wani Lumbupetigo, Labuan Kungguma, Labuan Lumbubaka, dan Dusun Sisere di Desa Labuan Toposo.

“Saya minta semua instansi terkait bergerak cepat untuk menangani bencana ini. Material longsor harus segera dibersihkan sehingga akses warga bisa kembali terbuka,” ujar Bupati Vera saat meninjau Dusun Sisere, yang terisolasi akibat longsor.

Dua wilayah kritis yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah adalah Dusun Sisere dan Desa Labuan Lumbubaka, di mana akses total terputus akibat jembatan yang ambruk. Dalam upaya mempercepat pemulihan, pemerintah daerah telah memutuskan untuk membangun jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma. “Jembatan di Labuan Kungguma putus total dan tidak dapat dilalui. Kita akan segera membangun jembatan sementara agar aktivitas warga dapat segera pulih,” tambah Vera.

Dalam upaya memberikan respons yang cepat terhadap bencana ini, Pemerintah Kabupaten Donggala juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana untuk enam kecamatan yang terdampak, yang berlaku mulai 12 hingga 18 Januari 2026. “Dengan status tanggap darurat ini, kami berharap seluruh proses penanganan dan perbaikan bisa dilakukan tanpa hambatan yang berarti,” jelas Bupati Vera.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala, banjir yang terjadi pada tanggal 11 Januari berdampak pada 20 desa di enam kecamatan. Sejumlah infrastruktur, termasuk 10 rumah warga, tiga jembatan, serta jalan nasional di Kelurahan Ganti, mengalami kerusakan signifikan. Wilayah Desa Wani juga mengalami kerusakan pada talud, menambah daftar panjang dampak bencana ini.

“Dari data yang kami terima, dampak bencana ini cukup besar. Kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,” ungkap Kepala BPBD Donggala, Ahmad Syahrir.

Di sisi lain, meskipun bencana ini menimbulkan kerugian, beberapa warga di daerah yang terkena dampak menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi dalam membantu satu sama lain. “Kami akan saling membantu, meskipun situasinya sulit. Ini adalah saatnya kita bersatu,” kata Ibu Siti, salah satu warga Desa Wani.

Dengan langkah-langkah cepat yang telah diambil oleh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan penanganan dan pemulihan daerah yang terdampak banjir dapat dilaksanakan dengan efisien. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, solidaritas dan kerja sama menjadi kunci untuk membangun kembali komunitas yang terkena dampak bencana.

Bupati Vera, dalam penutup kunjungannya, menekankan pentingnya koordinasi dan kerjasama yang baik antar instansi dan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Donggala. Mari kita bersama-sama bangkit dari musibah ini,” tutupnya.

Dengan penetapan status tanggap darurat dan langkah-langkah konkret yang diambil, diharapkan proses pemulihan dapat dilakukan secepatnya dan kehidupan masyarakat yang terdampak dapat segera kembali normal. (JBX)