Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Persoalan drainase rusak hingga banjir menahun mendominasi aspirasi warga dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Balikpapan, Budiono, yang digelar di kantor Sekretariat PDIP, Sepinggan Pratama, Balikpapan Selatan, Jumat (30/4/2026).

Dalam forum tersebut, warga dari berbagai wilayah menyampaikan langsung keluhan mereka terkait infrastruktur dasar yang dinilai belum tertangani secara maksimal oleh pemerintah kota.

Warga RT 71 Kelurahan Manggar mengusulkan perbaikan drainase yang dinilai sudah tidak memadai. Usulan tersebut langsung direspons Budiono dan dinyatakan akan diupayakan realisasinya.

Sementara itu, Sasmiko, warga RT 68 Sepinggan, mengungkapkan kondisi drainase di lingkungannya yang telah ambruk dan belum mendapat penanganan.

Keluhan serupa datang dari Armando, warga RT 4 Gunung Bahagia. Ia menyebut saluran drainase yang ada tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah atas, meskipun secara fisik parit tergolong besar.

“Paritnya tinggi dan lebar, tapi tetap tidak mampu menampung volume air. Sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Aspirasi perbaikan drainase juga disampaikan warga RT 49 Sepinggan serta RT 43 Klandasan Ilir (Gunung Malang).

Masalah lebih serius diungkap Herry, warga RT 91, yang mengaku wilayahnya kerap dilanda banjir hingga setinggi dada orang dewasa. Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung lama tanpa solusi konkret.

“Sudah berkali-kali dilaporkan, tapi tidak ada tanggapan. Banjir ini seperti langganan,” keluhnya.

Selain banjir, warga juga mengeluhkan belum meratanya distribusi air bersih PDAM di sejumlah kawasan, termasuk di wilayah Graha Mulawarman dan sekitarnya.

Dalam reses tersebut, aspirasi warga tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga melalui formulir resmi yang ditandatangani dan distempel oleh ketua RT setempat sebelum diserahkan kepada Budiono.

Menanggapi hal itu, Budiono mengakui bahwa persoalan infrastruktur, khususnya drainase dan jalan, masih menjadi keluhan utama masyarakat Balikpapan Selatan.

“Mayoritas aspirasi yang masuk tetap terkait infrastruktur, terutama drainase dan jalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sistem drainase di sejumlah kawasan, termasuk Perumahan Mulawarman, belum terintegrasi dengan baik, sehingga aliran air tidak mengalir optimal ke saluran utama.

Selain itu, Budiono juga menyoroti adanya usulan pembangunan drainase yang sebelumnya telah masuk dalam musrenbang, namun diduga mengalami kendala di lapangan, termasuk persoalan kondisi tanah yang labil dan rencana perubahan lokasi proyek.

Tak hanya soal drainase, dalam reses tersebut juga muncul keluhan lain terkait keberadaan tempat pemotongan unggas yang dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan kehalalan.

Budiono menyebut, ke depan pemerintah kota perlu mengarahkan aktivitas tersebut ke rumah potong unggas resmi agar lebih terjamin dari sisi kesehatan, kehalalan, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dari sektor retribusi.

Terkait persoalan banjir dan layanan air bersih, Budiono menegaskan akan mendorong koordinasi lebih lanjut dengan instansi teknis, termasuk dinas pekerjaan umum, guna memastikan adanya kajian dan solusi yang lebih komprehensif. (day)