Loadingtea

NUSSA.CO, BONTANG – Badak LNG mencatat tonggak sejarah penting dalam perjalanan bisnisnya yang telah berlangsung selama hampir lima dekade. Pada Rabu (12/6/2025), perusahaan ini resmi melaksanakan pengapalan LNG (Liquefied Natural Gas) ke-10.000 yang ditandai dengan pelepasan kapal Vivirt City LNG yang membawa 158.000 meter kubik LNG menuju Filipina.

Seremoni pengapalan bersejarah ini berlangsung di area Lindungan Lingkungan Perairan (LLP) Badak LNG dan dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Forkopimda, serta perwakilan dari SKK Migas, ENI Indonesia, Pertamina Hulu Indonesia, Pertamina JMG, dan Pertamina Trans Kontinental.

Plt. Director & COO Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi solid seluruh pemangku kepentingan. “Ini adalah pencapaian kolektif insan Badak LNG dan para mitra yang telah berkomitmen menjaga keandalan operasi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan selama lima dekade,” ujar Feri.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa momen ini menjadi lebih bermakna karena dicapai di tengah dinamika global industri LNG. Badak LNG, kata dia, kini tengah mempersiapkan langkah strategis berikutnya dengan menghidupkan kembali Train F untuk menyambut pasokan gas dari North Ganal, hasil eksplorasi ENI.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut menyatakan rasa bangganya terhadap keberhasilan ini. “Pengapalan ke-10.000 ini bukan hanya kebanggaan Badak LNG, tetapi juga menjadi penyokong ekonomi Bontang secara berkelanjutan. Semoga operasional Train F bisa memperpanjang kontribusi positif perusahaan ini bagi kota kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, mengapresiasi dedikasi jangka panjang Badak LNG. Ia menilai capaian tersebut menjadi simbol ketahanan dan daya saing industri LNG Indonesia di pasar global.

“Sejak pengapalan pertama ke Jepang tahun 1977, Badak LNG telah menjadi bagian penting dari rantai pasokan energi global. Dengan penemuan potensi baru di North Ganal, kami berharap geliat eksplorasi terus berjalan dan mengundang lebih banyak investasi,” ucap Azhari.

Capaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan operasional, tetapi juga menunjukkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai pemasok LNG yang andal dan berkomitmen pada keberlanjutan. (*/Adv)