Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kaum perempuan kembali ditegaskan memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi mikro di Kota Balikpapan. Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menilai kontribusi perempuan kini semakin nyata, terutama dalam sektor usaha kecil yang berkembang pesat di berbagai wilayah kota.

Ditemui usai menerima awak media di ruang Fraksi PKS, Selasa (19/8/2025), Japar menyebutkan bahwa tren keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi masyarakat semakin meningkat. Menurutnya, banyak perempuan yang kini tidak hanya berperan sebagai pengatur rumah tangga, tetapi juga menjadi motor penggerak usaha produktif yang menopang kesejahteraan keluarga.

“Selama ini ada pergeseran, di mana perempuan justru lebih dominan dalam menggerakkan usaha mikro. Mereka punya ketekunan, keuletan, dan kreativitas yang menjadi modal penting untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus perekonomian kota,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan Utara, Japar mendorong agar perempuan diberikan ruang lebih luas dalam berdaya secara ekonomi. Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah maupun dunia perbankan agar usaha yang dijalankan perempuan bisa berkembang lebih pesat.

“Perempuan jangan ragu menunjukkan potensi usahanya. Mereka punya hak yang sama untuk mendapat akses permodalan, pelatihan, dan kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan promosi. Karena peran mereka tidak hanya mendukung keluarga, tetapi juga pembangunan kota,” tegas Japar.

Japar turut mengapresiasi langkah Pemkot Balikpapan yang baru saja menggelar Gebyar UMKM 2025 di BSCC Dome. Menurutnya, ajang ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Balikpapan adalah perempuan. Hal itu menjadi bukti nyata bahwa sektor usaha kecil di kota minyak sangat dipengaruhi oleh peran kaum hawa.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa potensi besar tersebut harus diimbangi dengan kemudahan akses permodalan. Salah satu skema yang dinilainya efektif adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia berharap perbankan tidak hanya membuka layanan reguler, tetapi juga melakukan terobosan agar penyaluran kredit benar-benar menjangkau masyarakat.

“Kami dorong bank lebih inovatif, misalnya dengan membuka layanan weekend banking, sehingga akses KUR makin mudah bagi pelaku usaha, khususnya perempuan. Dengan begitu, roda ekonomi mikro akan semakin kuat,” pungkasnya. (Adv)