Dinas Pendidikan Donggala Bagikan 358 Laptop untuk Tingkatkan Digitalisasi Pembelajaran
NUSSA.CO, DONGGALA – Dalam upaya mewujudkan pendidikan berkualitas melalui inovasi teknologi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala telah melaksanakan pembagian 358 laptop kepada sejumlah sekolah yang tersebar di seluruh kecamatan. Ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 mengenai Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Pembagian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala, melalui Kabid SMP Irwan SH, mengungkapkan bahwa program ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk mempercepat pembangunan dan revitalisasi sekolah, terutama di kawasan terpencil. “Inpres No. 7 Tahun 2025 menekankan pentingnya penyediaan perangkat digital untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Dengan adanya laptop ini, kami berharap proses pembelajaran akan lebih interaktif dan efektif,” ujarnya.
Pembagian laptop ini merupakan langkah konkret yang diambil setelah penerbitan surat dinas dengan Nomor 03/900/DISDIKBUD/2026 tanggal 13 Januari 2026. Dalam surat itu, Dinas Pendidikan menginstruksikan Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwil) untuk mengajak pihak sekolah dalam rangka serah terima paket Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari pihak ekspedisi (14/1/2026). “Kami percaya bahwa teknologi adalah kunci untuk mempersiapkan generasi masa depan yang tangguh dan berdaya saing,” tambah Irwan.
Berdasarkan Inpres tersebut, tujuan utama dari program revitalisasi ini adalah untuk memastikan kesetaraan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian.

Sebagai bagian dari implementasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama pemerintah daerah akan terlibat dalam merencanakan serta mengevaluasi program ini agar dapat berlangsung efektif. “Digitalisasi pembelajaran bukan hanya tentang perangkat, tetapi juga penguatan konten pembelajaran yang dapat diakses oleh siswa di mana saja,” ungkap seorang anggota tim advokasi pendidikan, Siti Aisyah.
Meskipun langkah ini mendapatkan dukungan luas, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Beberapa guru dan kepala sekolah mengungkapkan kekhawatiran mengenai pelatihan penggunaan teknologi yang efisien. “Kita memiliki alat yang baik, tetapi jika tidak ada pelatihan yang memadai bagi guru, maka manfaatnya tidak akan optimal,” kata Budi Santoso, seorang pengajar SMP yang ada di Donggala.
Kendati demikian, pembagian laptop ini diharapkan menjadi momentum awal menuju transformasi besar dalam pendidikan di Kabupaten Donggala. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan para siswa dapat merasakan manfaat langsung dari teknologi dalam proses belajar mengajar mereka.
diharapkan lebih banyak inisiatif serupa muncul untuk mendukung kemajuan pendidikan di daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga setiap anak di Indonesia dapat mengakses pendidikan yang layak dan bermutu. (JBX)
Tinggalkan Balasan