DPRD Kaltim Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Sentuh Pendidikan dan Kesehatan: “Itu Prioritas Utama”
NUSSA.CO, SAMARINDA — Kekhawatiran masyarakat Kalimantan Timur terhadap dampak kebijakan efisiensi anggaran yang berpotensi mengganggu sektor pendidikan dan kesehatan akhirnya dijawab oleh DPRD Kaltim.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menegaskan bahwa dua sektor vital tersebut tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan mengalami pemangkasan anggaran.
“Pemerintah pusat sudah menyampaikan bahwa anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan tidak akan dipotong. Ini adalah prioritas, dan kita pastikan bahwa masyarakat tidak akan terpengaruh oleh kebijakan ini,” ungkap Fuad. Rabu, (30/4/2025).
Penegasan ini disampaikan untuk menanggapi kekhawatiran publik yang mencuat setelah pemerintah daerah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Menurut Fuad, langkah efisiensi yang diambil tidak menyasar layanan publik esensial, melainkan lebih fokus pada kegiatan administratif yang dianggap tidak berdampak signifikan.
“Kegiatan-kegiatan yang berulang dan tidak berdampak langsung, seperti FGD dan seminar, tentu bisa dikurangi. Efisiensi ini lebih ditujukan untuk kegiatan yang manfaatnya tidak terlalu besar. Tujuannya adalah agar anggaran bisa dialihkan untuk kegiatan yang lebih produktif,” tambahnya.
Fuad juga mengungkapkan bahwa DPRD Kaltim telah mengambil langkah konkret dengan memangkas anggaran perjalanan dinas dalam rangka mendukung efisiensi tersebut. Penghematan dari pos ini diklaim mencapai puluhan miliar rupiah.
“Sebagai bagian dari efisiensi, kami di DPRD Kaltim sudah mengurangi anggaran perjalanan dinas yang bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting. Penghematan ini cukup signifikan, dan kami yakin ini adalah langkah yang tepat,” ucapnya.
Ia menegaskan, efisiensi bukan berarti pemangkasan layanan, melainkan pengurangan pemborosan yang selama ini muncul di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk DPRD sendiri.
“Menurut Menteri Keuangan, banyak belanja operasional yang tergolong boros dan tidak efisien. Oleh karena itu, efisiensi ini dilakukan secara menyeluruh, bahkan DPRD pun turut serta dalam penghematan ini,” imbuhnya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa efisiensi anggaran adalah langkah strategis untuk menjaga kesehatan fiskal daerah, namun tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.
“Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (ADV)
Tinggalkan Balasan