Kolaborasi PT KKT dan Pelindo Dorong Efisiensi Perdagangan Antarpulau Lewat BIMTEK Pelaporan PAB Tahap 2
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dalam rangka mendukung kelancaran dan transparansi arus logistik nasional, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sukses menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pelaporan Pemberitahuan Perdagangan Antarpulau Barang (PAB) Tahap 2. Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari implementasi percepatan National Logistic Ecosystem (NLE), yang merupakan program nasional lintas kementerian dan lembaga.
BIMTEK digelar secara hybrid – daring dan luring – yang terpusat di Ruang Rapat Komendur, Kantor PT Pelindo Regional 4 Cabang Balikpapan. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan RI, Sri Sugy Atmanto, yang hadir secara virtual. Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Weku Frederik Karuntu, Department Head PT Pelindo, Hugo Toni Saputro, Direktur Operasi dan Teknik PT KKT, Sofyan, serta perwakilan dari Lembaga National Single Window (LNSW), Alex Elianton Ginting.
Peserta BIMTEK kali ini berasal dari berbagai latar belakang dunia usaha seperti perusahaan pelayaran (shipping line), agen, dan pemilik kargo (cargo owner) yang beraktivitas di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, khususnya wilayah Kalimantan.
Dalam sambutannya, Sri Sugy Atmanto menekankan pentingnya pelaporan PAB sebagai bagian integral dari transformasi sistem logistik nasional. “Pelaporan ini bukan hanya bersifat administratif. Dokumen PAB mencerminkan alur distribusi barang yang krusial untuk mendukung perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan oleh pemerintah. Keterlibatan aktif JPT dan cargo owner sangat menentukan keberhasilan ekosistem logistik yang terintegrasi,” ujarnya.
Tujuan utama dari BIMTEK ini adalah menyempurnakan proses bisnis pelaporan PAB agar lebih terintegrasi dan efisien. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengurangi duplikasi pelaporan, menciptakan satu data nasional, serta meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap peraturan perdagangan domestik. Fokus pengawasan pun ditingkatkan, khususnya terhadap komoditas strategis seperti barang minerba dan hasil sumber daya alam.
Dalam implementasinya, pelaporan PAB menjadi persyaratan utama bagi Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dan cargo owner untuk dapat mengakses area pelabuhan. Proses ini dilakukan secara bertahap di sepuluh pelabuhan nasional yang dikelola Pelindo, dengan KKT termasuk dalam tahap ke-2 sejak 27 Mei hingga 24 Juli 2025.
Langkah selanjutnya adalah pembukaan akun sistem di LNSW yang direncanakan berlangsung pada 1 hingga 15 Agustus 2025. Para pelaku usaha yang telah memiliki akun INSW dapat langsung melakukan pelaporan melalui sistem tersebut.
Seluruh stakeholder yang hadir menyatakan komitmen kuat untuk mendukung pelaksanaan program ini secara konsisten. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pelayanan publik di sektor logistik, namun juga menciptakan sistem yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Efek positifnya diyakini akan berdampak luas terhadap peningkatan daya saing nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*/Adv)
Tinggalkan Balasan