Loadingtea

MoU PT Pamapersada dan SMKN 3 Tanah Grogot, Cetak SDM Lokal Tangguh dan Paham Safety

NUSSA.CO, TANA PASER — PT Pamapersada Nusantara Distrik Kideco kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan tambang ini meluncurkan program bertajuk PAMA Safe School yang resmi dimulai lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan SMKN 3 Tanah Grogot, Rabu (11/6/2025).

Acara yang digelar di ruang pertemuan sekolah tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dan ketenagakerjaan. Hadir antara lain Manajemen PT Pamapersada Nusantara Distrik Kideco, Billy Habel Jefferson Umboh; pengawas Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Zakir, M.Pd; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Paser yang diwakili oleh Agus Setiawan, S.Sos; serta PLH Kepala SMKN 3 Tanah Grogot, Hendra Hasim, S.Pd.

Billy Habel Jefferson Umboh menegaskan bahwa program ini tidak sekadar formalitas kerja sama, melainkan langkah strategis membangun karakter dan budaya keselamatan kerja sejak dini. “Melalui PAMA Safe School, kami ingin agar siswa SMK sudah memahami prinsip dasar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) bahkan sebelum mereka memasuki dunia kerja, terlebih di industri pertambangan yang memiliki risiko tinggi,” ungkapnya.

Kurikulum K3LH yang diperkenalkan mencakup aspek teori hingga praktik dasar, dan akan diintegrasikan melalui kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah. “Kami ingin siswa memiliki kesiapan mental dan pengetahuan yang memadai tentang safety. Dengan begitu, ketika mereka masuk dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan, mereka sudah terbiasa dan mampu menjaga dirinya dan orang lain,” jelas Billy.

Sementara itu, Drs. H. Zakir memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PT Pamapersada Nusantara. Menurutnya, langkah ini menjadi wujud sinergi konkret antara sektor industri dan pendidikan. “Program ini sangat tepat dilaksanakan di SMKN 3 Tanah Grogot karena jurusannya relevan dengan dunia kerja tambang. Jika para siswa dibekali ilmu keselamatan sejak di bangku sekolah, maka peluang kecelakaan kerja bisa ditekan secara signifikan,” katanya.

Agus Setiawan yang hadir mewakili Dinas Tenaga Kerja juga mendukung penuh program ini. Ia menilai bahwa investasi dalam SDM melalui jalur pendidikan kejuruan adalah kunci mencetak tenaga kerja lokal yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan industri.

Saat ini, program PAMA Safe School difokuskan pada SMKN 3 Tanah Grogot sebagai pilot project. Namun, Billy membuka peluang untuk mereplikasi program serupa di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Paser setelah dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami ingin melihat bagaimana dampaknya di sekolah ini terlebih dahulu. Jika hasilnya positif dan responsnya baik, maka kami akan ekspansi ke SMK lain di wilayah ini,” tandasnya.

Melalui program ini, PT Pamapersada Nusantara tidak hanya mendidik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan budaya keselamatan kerja sejak dini, sebuah investasi jangka panjang yang akan menguntungkan masyarakat dan dunia industri sekaligus. (WJA)