Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Ambisi besar dipasang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser, November mendatang, Balikpapan membidik satu target jelas: juara umum.

Tekad tersebut ditegaskan Ketua KONI Balikpapan, Gasali, sesaat setelah pelantikan pengurus KONI Balikpapan masa bakti 2025–2029 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Rabu (7/1/2026) malam. Dengan waktu persiapan yang terbilang singkat, Gasali menilai target tinggi itu justru menjadi pemacu kerja kolektif seluruh elemen olahraga di Kota Minyak.

“Porprov 2026 sudah di depan mata. Target kita tidak setengah-setengah, yakni juara umum. Tapi target ini hanya bisa dicapai melalui pembinaan yang terencana, kerja keras berkelanjutan, serta kolaborasi semua pihak,” tegas Gasali.

Menurutnya, KONI Balikpapan segera melakukan konsolidasi menyeluruh dengan cabang olahraga (cabor), pelatih, atlet, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam mengejar prestasi maksimal.

“Semua harus berjalan dalam satu sistem yang terintegrasi. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Sinergi adalah kunci agar misi besar ini benar-benar terwujud,” ujarnya.

Gasali mengungkapkan, saat ini KONI Balikpapan membawahi 62 cabang olahraga, dengan 58 cabor telah dinyatakan lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Dari hasil tersebut, Balikpapan memproyeksikan 703 atlet akan memperkuat kontingen pada Porprov 2026.

“Ini modal besar. Dengan kepengurusan baru periode 2025–2029, kami akan mengoptimalkan peran seluruh bidang, khususnya Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), agar atlet mendapat pendampingan dan pembinaan yang lebih terukur,” jelasnya.

Pada BK Porprov, Balikpapan menempati peringkat ketiga dengan raihan 197 medali emas, 219 perak, dan 279 perunggu. Posisi juara umum sementara diraih Kota Samarinda dengan 287 emas, 212 perak, dan 239 perunggu, disusul Kutai Kartanegara di peringkat kedua dengan 233 emas, 165 perak, dan 215 perunggu.

Meski demikian, Gasali optimistis jarak perolehan medali tersebut masih sangat mungkin dikejar. Ia menilai peningkatan kualitas latihan, penguatan mental bertanding, serta dukungan anggaran dan fasilitas menjadi faktor krusial dalam mengubah peta persaingan.

Target juara umum ini, lanjut Gasali, juga sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan yang mendorong olahraga sebagai salah satu wajah prestasi daerah. Karena itu, seluruh atlet dan pengurus diminta menjaga fokus, disiplin, serta semangat juang hingga hari pertandingan.

“Ini bukan hanya soal medali, tetapi soal harga diri dan kebanggaan daerah. Harapan kita jelas, Balikpapan tampil maksimal dan pulang sebagai juara umum,” pungkasnya. (+/day)