Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menyoroti berbagai tantangan yang muncul dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah. Menurutnya, kebijakan kurikulum yang memberikan kebebasan belajar lebih luas kepada siswa perlu ditopang oleh kesiapan guru yang mumpuni, baik secara kompetensi maupun kesejahteraan.

“Kurikulum Merdeka ini memungkinkan siswa belajar dengan lebih mandiri. Namun, ini juga membutuhkan keterlibatan aktif guru agar mereka mampu memandu proses pembelajaran dengan baik,” Ucap Damayanti, Senin (21/4/2025).

Ia menjelaskan, Kurikulum Merdeka pada dasarnya memberikan ruang lebih fleksibel bagi peserta didik untuk mengeksplorasi materi, namun keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kualitas guru. Dalam konteks ini, Damayanti menyoroti adanya ketimpangan insentif guru antardaerah di Kaltim.

“Masih banyak guru menerima insentif yang tidak sebanding dengan pengorbanan dan kerja keras mereka. Padahal, guru-guru inilah yang berperan penting dalam mencetak generasi masa depan,” ungkap Damayanti.

Ia mengungkapkan bahwa guru SMA dan SMK di sejumlah kabupaten/kota telah memperoleh insentif yang layak. Namun berbeda halnya dengan guru PAUD dan SMP di beberapa daerah, yang masih menerima insentif jauh di bawah standar kesejahteraan ideal.

“Ketimpangan insentif ini perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah provinsi agar kesejahteraan guru lebih merata di setiap jenjang,” ujarnya.

Selain soal insentif, Damayanti juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi guru sebagai elemen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

“Jika kita ingin mencetak generasi unggul di masa depan, maka kesejahteraan dan kompetensi guru tidak bisa ditawar. Itu fondasi utama dari pendidikan yang berkualitas,” tutupnya. (ADV)