PLN Dukung Konservasi, 80 Tukik Dilepas di Pantai DEB Balikpapan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Di bawah langit pesisir Balikpapan, puluhan tukik penyu lekang merangkak perlahan menuju laut. Langkah kecil itu tampak sederhana, namun menyimpan makna besar: pertaruhan masa depan spesies yang kian terdesak.
Sebanyak 80 tukik dilepas di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan Selatan, Senin (8/6), dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Di balik seremoni tersebut, terselip pesan kuat ekosistem pesisir Teluk Balikpapan tidak sedang baik-baik saja.
Kegiatan yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama pengelola Pantai DEB ini menjadi titik temu berbagai pihak: pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat. Kolaborasi ini bukan sekadar simbol, melainkan respons atas ancaman nyata terhadap habitat penyu yang terus tergerus.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengingatkan bahwa tukik-tukik yang dilepas hari itu bukan hanya bagian dari siklus alam, tetapi simbol harapan yang rapuh.
“Yang kita lihat hari ini kecil, tapi maknanya besar. Kalau tidak dijaga bersama, bisa jadi generasi mendatang hanya mengenal penyu dari cerita,” ujarnya.
Ketua JMSI Balikpapan, David Purba, menegaskan bahwa tukik tersebut berasal dari telur yang ditemukan di kawasan DEB—sebuah pertanda bahwa alam masih memberi kesempatan, meski dalam kondisi tertekan.
“Ini bukan sekadar melepas, tapi memastikan mereka punya peluang untuk hidup,” tegasnya.
Ancaman terhadap penyu lekang bukan hal abstrak. Aktivitas manusia di pesisir, pencemaran, hingga gangguan terhadap lokasi peneluran terus menjadi tekanan yang nyata. Tanpa perlindungan serius, siklus kehidupan penyu bisa terputus.
PT PLN (Persero) UID Kaltimra yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Namun, seperti disampaikan General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, komitmen tidak cukup tanpa aksi nyata.
“Ini bukan sekadar kegiatan simbolik. Ini pengingat bahwa keberlanjutan butuh tindakan konkret dan konsisten,” ujarnya.
Pelepasan tukik di Pantai DEB hari itu menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah pengingat keras bahwa waktu tidak berpihak pada kelestarian jika tidak diiringi tindakan.
Di antara debur ombak dan jejak kecil di pasir, tersimpan satu pesan yang sulit diabaikan: jika hari ini kita lengah, esok mungkin sudah terlambat. (*/day)
Tinggalkan Balasan