Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Akses kesehatan bagi hewan peliharaan di Kota Balikpapan kini semakin mudah. Pemerintah Kota melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menghadirkan Klinik Hewan dengan berbagai layanan penting, mulai dari vaksinasi hingga tindakan sterilisasi, yang bisa dimanfaatkan masyarakat dengan biaya relatif terjangkau.

Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, drh Mohamad Bisri, menjelaskan klinik ini terutama difokuskan pada hewan kesayangan seperti kucing dan anjing. Meski begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menangani jenis hewan lain sesuai dengan kapasitas dan ketersediaan fasilitas.

“Kalau ada kasus di luar hewan peliharaan, tetap akan kami bantu semaksimal mungkin. Bila butuh penanganan lebih lanjut, kami bisa berikan rujukan ke dokter hewan swasta,” terangnya, Senin (1/7/2025).

Layanan yang tersedia cukup beragam, mulai dari vaksin rabies, penanganan luka ringan, hingga operasi seperti kastrasi untuk hewan jantan dan ovariohisterektomi (OH) untuk betina. Tarif yang diberlakukan pun dianggap ramah di kantong, misalnya vaksin rabies hanya Rp50 ribu, kastrasi Rp300 ribu, dan OH Rp400 ribu. Pada momen tertentu, seperti kegiatan khusus, DKP3 bahkan memberikan vaksin rabies secara gratis.

Saat ini, klinik masih menempati lokasi sementara di belakang Gedung Kesenian Balikpapan. Namun, pemerintah telah menyiapkan pembangunan gedung baru yang ditargetkan rampung pada 2026. Dengan fasilitas tersebut, pelayanan diharapkan menjadi lebih representatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pecinta hewan di kota ini.

Jam operasional klinik ditetapkan setiap Senin hingga Kamis pukul 09.00–13.00 Wita, serta Jumat pukul 09.00–11.00 Wita. “Kami beroperasi sesuai jam kerja. Jadi bagi masyarakat yang ingin membawa hewan kesayangannya, bisa menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ada,” jelas Bisri.

Dengan hadirnya layanan ini, para pemilik hewan peliharaan di Balikpapan tidak perlu lagi bingung mencari klinik hewan. Pemerintah daerah berharap keberadaan fasilitas ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan hewan serta mencegah penyebaran penyakit, termasuk rabies. (Adv/DiskominfoBpp)