Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam mempercepat digitalisasi layanan publik, terus diupayakan. Langkah strategis ini kembali dibuktikan lewat peresmian aplikasi baru, e-SIKAP PASCA BENCANA, yang resmi diluncurkan oleh Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, pada Kamis (4/9).

Acara peresmian yang diinisiasi oleh Bappeda bersama BPBD Kabupaten Tolitoli ini digelar di Ruang Suwot Molripakatan Kantor Bappeda Tolitoli, pukul 09.00 Wita.

Kehadiran inovasi digital ini dirancang untuk mendobrak birokrasi kaku, mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi pemerintahan, serta mengoptimalkan koordinasi, pemantauan, hingga penanganan dampak bencana secara terintegrasi.

Dalam sambutannya, Bupati Amran Hi. Yahya menekankan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan bagian krusial dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, transparan, dan berbasis data.

“Dengan sistem ini, diharapkan pekerjaan perangkat daerah bisa lebih mudah, proses pelayanan dipangkas, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan dengan jauh lebih cepat,” ujar bupati.

Seremoni peresmian ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh bupati, dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Peluncuran aplikasi juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, para kepala OPD, Camat Baolan, perwakilan Bagian Hukum dan Organisasi, Lurah Baru, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui kehadiran e-SIKAP PASCA BENCANA, Pemkab Tolitoli optimis mampu menghadirkan wajah pelayanan publik yang jauh lebih responsif, cepat, dan sigap, khususnya dalam merespons kebutuhan masyarakat di masa pascabencana.

Terpisah, Kepala Pelaksana ( Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt menjelaskan, implementasi dan aksi nyata di lapangan nantinya dilakukan secara terpadu dan terkoordinir.

Dalam hal ini, Pemkab Tolitoli terus berbenah untuk menghadirkan sistem penanganan bencana yang lebih terpadu, efektif, dan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri secara sektoral.

Lanjut Kalak, selama ini, penanganan bencana sering kali masih terfokus secara sektoral pada instansi tertentu saja. Namun, ke depan, Pemkab Tolitoli berkomitmen mengubah paradigma tersebut menjadi sistem terpadu satu pintu (one-stop service). Artinya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—mulai dari PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga tingkat kecamatan dan kelurahan—akan bergerak bersama-sama secara selaras dan bergotong royong dalam menyelesaikan persoalan di lapangan tanpa ada lagi tumpang tindih penanganan.

“Dalam sistem baru ini, BPBD tetap memegang peran sebagai leading sector utama,” ungkap Kalak.

Ditambahkan, aplikasi e-SIKAP Pasca Bencana dirancang memiliki peran krusial yang terbagi dalam beberapa fase penanganan bencana, yaitu:

Di antaranya, fase Tanggap Darurat: dimana Penanganan awal langsung di lokasi saat bencana baru terjadi.

Lalu, Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi: Langkah lanjutan pasca bencana untuk memulihkan kondisi wilayah yang terdampak.

“Melalui aplikasi ini, berbagai OPD terkait akan turun tangan bersama untuk melakukan survei mendalam guna mengidentifikasi secara akurat apa saja kebutuhan riil masyarakat di lapangan setelah bencana terjadi. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran,” lengkapnya. (ham)