Pegadaian Catat Lonjakan Laba 84,4 Persen di Semester I 2026
NUSSA.CO, JAKARTA — PT Pegadaian (Persero) mencatat kinerja impresif pada Semester I 2026 dengan lonjakan laba bersih mencapai Rp6,59 triliun, tumbuh 84,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang adaptif, sekaligus penguatan ekosistem emas yang terus dikembangkan perusahaan di tengah dinamika ekonomi global.
Selain laba, Pegadaian juga mencatat pertumbuhan signifikan pada total aset yang mencapai Rp186,33 triliun atau meningkat 53,9 persen secara tahunan. Kenaikan ini ditopang oleh outstanding loan (OSL) yang tumbuh menjadi Rp155,1 triliun dari sebelumnya Rp101,5 triliun.
Di sisi kualitas pembiayaan, Pegadaian menunjukkan perbaikan dengan menurunnya rasio kredit bermasalah (NPL) dari 0,81 persen menjadi 0,71 persen.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik.
“Kami bersyukur dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja. Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama bagi Pegadaian untuk terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi layanan dan inovasi digital menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan, termasuk investasi emas.
Pegadaian kini memperkuat portofolio melalui layanan Bank Emas (bullion services) yang mencakup deposito emas, pembiayaan berbasis emas, jasa titipan korporasi, hingga perdagangan emas. Infrastruktur penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan tinggi menjadi salah satu keunggulan perusahaan dalam mendukung layanan tersebut.
Selain itu, kehadiran aplikasi Tring! turut memperluas kemudahan transaksi dan investasi bagi masyarakat. “Emas tetap menjadi instrumen investasi yang diminati karena stabilitas nilainya. Kami optimistis layanan Bank Emas akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian,” kata Damar.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menilai capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh insan Pegadaian untuk terus meningkatkan kualitas layanan di daerah.
“Kinerja ini menjadi bukti bahwa transformasi dan inovasi yang dilakukan perusahaan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami di wilayah terus berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap investasi, khususnya emas, menjadi peluang untuk menjaga tren pertumbuhan ke depan.
Pegadaian optimistis kinerja positif ini akan terus berlanjut seiring penguatan ekosistem emas dan inovasi layanan yang semakin terintegrasi.
Tinggalkan Balasan