Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi I DPRD Balikpapan, M. Najib, menegaskan bahwa kegiatan monitoring tempat hiburan malam merupakan bagian penting dari penegakan peraturan daerah (perda) sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Balikpapan.

“Ini kegiatan rutin dalam rangka penegakan perda dan menjaga kamtibmas di Kota Balikpapan. Kami mengapresiasi Satpol PP yang terus aktif melakukan pengawasan seperti ini,” ujar Najib.

Ia menekankan, meskipun tempat hiburan tetap beroperasi, seluruh pengelola wajib mematuhi aturan yang berlaku, termasuk memperhatikan aspek kesehatan pengunjung dan pekerja.

“Walaupun tempat hiburan tetap berjalan, yang penting tidak melanggar aturan. Apalagi di sini juga dilakukan cek kesehatan, ini penting untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.

Sekretaris Komisi I, DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Balikpapan, Izmir Novian Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan monitoring rutin yang melibatkan lintas instansi, termasuk DPRD dan Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami memastikan tempat usaha patuh terhadap aturan serta menjaga ketertiban umum. Di sisi lain, kami juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk melihat aspek kesehatan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pengawasan di sejumlah titik yang menjadi lokasi favorit pengunjung. Selain pengecekan administrasi, petugas juga melakukan pengambilan sampel untuk mendeteksi potensi penyakit menular.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana, menyebut kegiatan ini sebagai langkah preventif untuk menekan penyebaran HIV/AIDS dan sifilis.

“Ini kegiatan rutin pemerintah kota. Harapannya kita bisa melindungi warga dari risiko penularan penyakit menular,” katanya.

Ia mengungkapkan, tren kasus HIV di Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir relatif stagnan di angka sekitar 300 kasus per tahun. Hingga pertengahan 2026, tercatat sekitar 124 kasus.

Meski demikian, Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk melakukan tes secara mandiri, terutama bagi yang memiliki risiko. Layanan pemeriksaan HIV kini telah tersedia di seluruh puskesmas di Balikpapan.

“Dengan screening rutin dan kesadaran masyarakat, kita harapkan penularan bisa ditekan,” pungkasnya. (day)