Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – PT Pelindo Regional 4 Balikpapan meningkatkan kesiapan pelayanan di Pelabuhan Semayang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Selain melakukan pembenahan fasilitas terminal penumpang, Pelindo juga membuka Posko Mudik Terpadu guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur lautGeneral Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal Februari 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pemudik.

Menurutnya, peningkatan pelayanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pelindo melalui tagline “Melayani Sepenuh Hati”, yang menekankan pelayanan humanis kepada masyarakat pengguna jasa pelabuhan.

“Kami ingin bagaimana para pemudik ini diperlakukan dengan baik, dimuliakan seperti keluarga sendiri. Karena itu kami juga sudah menghimbau kepada seluruh petugas di terminal penumpang agar semaksimal mungkin membantu para pemudik yang akan keluar dari Balikpapan agar mereka nyaman dan aman sampai di tujuan,” kata Suhadi.

Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Arus Mudik 2026, oleh Pelindo Regional IV Balikpapan, KSOP dan instansi terkait lainnya di Pelabuhan Semayang, Jumat (13/3/2026)

Sebagai bagian dari peningkatan pelayanan tersebut, Pelindo juga membuka Posko Mudik Terpadu yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 18 April 2026. Posko ini menghadirkan berbagai layanan terpadu bagi penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain pusat informasi dan pengaduan penumpang, layanan kesehatan atau pos medis, ruang istirahat penumpang, layanan keamanan dan keselamatan, serta dukungan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Selain itu, petugas pelayanan di terminal penumpang juga disiagakan untuk membantu proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang agar berjalan lebih tertib dan lancar.
Pelindo juga berencana melakukan pembenahan sistem operasional pelabuhan setelah masa Lebaran, khususnya pada sistem gate pelabuhan untuk memantau lalu lintas kendaraan yang keluar masuk kawasan pelabuhan.

“Insya Allah setelah Lebaran, awal April nanti sistem ini sudah mulai kita terapkan. Saat ini masih ada beberapa pembenahan di gate, termasuk sistemnya. Tujuannya agar kita bisa mengetahui secara pasti berapa kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan,” jelas Suhadi.

Menurutnya, sistem tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang, terutama terkait batas muatan kendaraan agar tidak menimbulkan dampak kerusakan jalan.
“Kalau truk yang seharusnya 20 ton, ya memang 20 ton yang keluar. Dengan begitu beban jalan tidak terlalu besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan menekankan pentingnya keselamatan penumpang selama perjalanan laut pada masa mudik Lebaran.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.

Pernyataan tersebut disampaikan Weku saat apel kesiapsiagaan angkutan mudik Lebaran bersama instansi terpadu yang digelar di kawasan Pelabuhan Semayang, Jumat (13/3/2026). “Yang paling utama adalah memastikan masyarakat yang melaksanakan mudik melalui transportasi laut merasa nyaman dan aman, serta kita yakinkan mereka dapat tiba di tujuan dengan selamat,” ujarnya.

Secara nasional, pergerakan penumpang transportasi laut pada periode mudik tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun untuk wilayah Balikpapan, lonjakan jumlah penumpang diperkirakan tidak terlalu signifikan. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Semayang diprediksi hanya sekitar 1 persen dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, KSOP tetap mengingatkan para penumpang untuk mematuhi seluruh aturan keselamatan selama berada di kapal, termasuk mengikuti instruksi awak kapal saat proses keberangkatan maupun ketika kapal akan merapat di pelabuhan.

Menurut Weku, salah satu potensi risiko yang kerap terjadi adalah ketika kapal mulai mendekati dermaga tujuan. Dalam kondisi tersebut, sebagian penumpang biasanya berbondong-bondong berdiri atau berkumpul di satu sisi kapal karena ingin segera turun.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas kapal dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak dikendalikan dengan baik. “Karena itu kami mengimbau agar penumpang tetap mengikuti instruksi awak kapal dan tidak berdesakan saat kapal akan merapat,” tegasnya.

KSOP memperkirakan puncak arus mudik melalui jalur laut di Balikpapan akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026. Dengan peningkatan pelayanan dari pengelola pelabuhan serta penguatan pengawasan keselamatan pelayaran. diharapkan pelaksanaan angkutan mudik Lebaran melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang. (day)