Barisan 8 Centre Kaltim Siapkan Lompatan Pertanian Digital untuk Tekan Inflasi dan Pengangguran
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — DPD Barisan 8 Centre Kalimantan Timur bersiap memulai langkah strategisnya dengan menjadikan pertanian sebagai poros gerakan organisasi. Pelantikan yang dijadwalkan pada 6 Maret 2026 di Hotel Novotel Balikpapan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal pembangunan ekosistem tani berbasis teknologi yang diklaim mampu menekan inflasi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Ketua DPD Barisan 8 Centre Kaltim, Eka Marindra Lutviandi, menyatakan sektor pertanian dipilih karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dan impor, penguatan produksi lokal dinilai menjadi solusi strategis menjaga stabilitas harga pangan.
“Kalau kita ingin menekan inflasi dan pengangguran, maka kita harus mulai dari sektor yang paling mendasar, yaitu pertanian. Ini bukan program jangka pendek, tapi pembangunan sistem,” tegasnya.
Bangun Sistem, Bukan Sekadar Program
Barisan 8 Centre Kaltim akan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam tata kelola pertanian. Sistem ini memungkinkan pengawasan terintegrasi dari proses tanam, pemilihan bibit, penggunaan pupuk, hingga distribusi hasil panen.
Transparansi menjadi nilai tambah yang ditawarkan. Produk pertanian nantinya dapat ditelusuri asal-usulnya melalui sistem digital, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus daya saing produk lokal.
Untuk memperkuat tata kelola, organisasi ini juga menyiapkan command center agro, sebuah dashboard pengendali rantai pasok dari hulu hingga hilir. Tujuannya jelas: memutus rantai distribusi yang terlalu panjang dan memastikan petani memperoleh harga layak.
“Persoalan klasik ada di hilir. Petani bekerja keras, tapi nilai tambahnya hilang di distribusi. Itu yang ingin kita benahi,” ujar Eka.
Dimulai dari Desa, Disiapkan hingga Pasar
Program akan diawali melalui proyek percontohan di desa-desa sebelum direplikasi lebih luas di Kalimantan Timur. Aspek pasar juga telah dipetakan melalui jejaring kerja sama di tingkat pusat, termasuk dengan Kementerian Desa dan pemanfaatan jaringan Dewan Masjid Indonesia sebagai kanal distribusi alternatif.
Tak berhenti pada produksi, Barisan 8 Centre Kaltim mendorong hilirisasi komoditas bernilai ekspor seperti serai wangi dan nilam. Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi jika dikelola secara terintegrasi.
Selain pertanian, agenda lanjutan mencakup penguatan UMKM dan festival budaya tahunan untuk mendorong pariwisata daerah.
“Kita ingin membangun ekonomi desa secara menyeluruh. Pertanian menjadi fondasi, UMKM dan pariwisata menjadi penguatnya,” tutupnya.
Seperti diketahui, Barisan 8 Center adalah organisasi yang ber awal dari relawan pendukung presiden terpilih Bapak H jenderal purn Prabowo Subianto sejak tahun 2022 akhir Yang Di Nakodai Oleh Ketua Umum yang Bernama Andrio Caesario seorang profesional muda yg dari latar belakang keluarga disiplin dengan. (day)
Tinggalkan Balasan