Loadingtea

NUSSA, CO, BALIKPAPAN – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser digelar di Hotel Pacific Balikpapan, Jumat (1/5/2026). Agenda ini tidak sekadar memenuhi kewajiban organisasi, tetapi menjadi titik krusial bagi upaya konsolidasi dan pemulihan kekuatan politik partai menjelang Pemilu 2029.

Di tengah dinamika politik yang kian kompetitif, PPP dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk memperkuat struktur internal sekaligus mengembalikan daya saing elektoralnya. Hal itu tercermin dari penekanan sejumlah pengurus terhadap pentingnya evaluasi menyeluruh atas kinerja lima tahun terakhir.

Ketua DPC PPP Balikpapan, Iwan Wahyudi, menyebut Muscab sebagai forum strategis untuk merapikan fondasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, keberhasilan partai ke depan sangat bergantung pada soliditas struktur dan efektivitas mesin politik.

“Setelah Muscab ini, kita akan masuk ke tahap pembentukan kepengurusan melalui formatur, dilanjutkan dengan penguatan PAC dan ranting di seluruh wilayah. Ini kunci untuk memastikan kerja politik berjalan lebih terarah,” ujarnya.

Ketua DPC PPP Balikpapan, Iwan Wahyudi

Ia menegaskan, target politik PPP Balikpapan pada Pemilu 2029 bukan sekadar mempertahankan eksistensi, melainkan meningkatkan posisi tawar di parlemen. Minimal, kata dia, PPP harus mampu membentuk satu fraksi di DPRD Kota Balikpapan.

“Target empat kursi itu realistis, tapi tentu membutuhkan kerja yang jauh lebih terukur dan konsisten dibanding sebelumnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Kalimantan Timur, Gamalis, melihat Muscab sebagai momentum untuk melakukan koreksi arah sekaligus penataan ulang kepemimpinan partai. Ia menekankan bahwa tantangan politik ke depan tidak bisa dijawab dengan pendekatan lama.

“PPP harus menempatkan diri secara tepat di tengah dinamika politik. Keputusan hari ini akan menentukan wajah PPP di masa mendatang,” ujarnya.

Gamalis juga menyoroti pentingnya proses seleksi yang ketat dalam penentuan formatur, yang nantinya bertugas menyusun kepengurusan cabang. Menurutnya, kualitas kepemimpinan tidak cukup bertumpu pada popularitas, melainkan harus ditopang kapasitas dan rekam jejak.

“Ketokohan penting, tapi tidak cukup. Kita butuh figur yang mampu bekerja, menggerakkan, dan membawa partai ini keluar dari stagnasi,” katanya.

Di tingkat yang lebih luas, PPP Kaltim juga memasang target untuk mengembalikan kursi DPR RI yang hilang dalam dua periode terakhir. Target tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi menyeluruh, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Muscab ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan antar cabang, mempertemukan pengalaman politik dari berbagai daerah untuk dirumuskan menjadi strategi bersama. Konsolidasi lintas wilayah dinilai penting guna memperkuat posisi PPP di tengah persaingan partai yang semakin ketat.

Dengan agenda yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis, Muscab PPP di Balikpapan menjadi penanda awal bagi upaya pembenahan internal sekaligus ujian nyata bagi keseriusan partai dalam menatap kontestasi politik 2029. (day)