Sehari, Tolitoli Diguncang 9 Kali Gempa
BPBD Siaga 24 Jam, Ingarkan Warga Tetap Waspada
NUSSA.CO. TOLITOLI – Masyarakat Kabupaten Tolitoli, dikejutkan oleh aktivitas seismik yang cukup intens, Sabtu (28/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi setidaknya 9 kali aktivitas gempa bumi dalam kurun waktu satu hari, dengan guncangan terkuat mencapai Magnitudo 5.6 terjadii pada pukul 14.52 Wita.
Petugas BMKG Tolitoli menyebutkan, berdasarkan rilis resmi BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 46 kilometer Timur Laut Tolitoli dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Guncangan ini dirasakan sangat kuat di wilayah Tolitoli dan Buol dengan skala intensitas IV MMI. Beberapa wilayah tetangga seperti Pohuwato juga merasakan getaran dengan skala II-III MMI.
Pasca gempa utama, tercatat rentetan gempa susulan (aftershocks) yang terus berlanjut hingga malam hari. Hingga laporan terakhir yang dihimpun, total tercatat ada 9 kali gempa yang cukup signifikan, di antaranya, gempa susulan berkekuatan M 4.2 pada pukul 18.12 Wita. Gempa susulan berkekuatan M 4.0 pada pukul 20..39 Wita. Gempa susulan berkekuatan M 3.6 pada pukul 23.11 Wita.
Hasil analisis BMKG juga menunjukkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 1,24 dan 120,95 BT}. Titik ini berjarak sekitar 46 km arah Timur Laut Kota Tolitoli dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 10 km.
Secara administratif, pusat getaran ini berada di area perbukitan dan pegunungan di wilayah Kecamatan Dakopamean. Titik koordinat mengarah pada area di sekitar Desa Galumpang, Desa Kapas, dan Desa Lingadan.
Selain itu, karena lokasinya berada di jalur trans yang menghubungkan Tolitoli dan Kabupaten Buol, guncangan hebat juga dirasakan nyata di Kecamatan Galang serta wilayah Kabupaten Buol, khususnya di Desa Lakea.
Kepanikan sempat terjadi di pusat kota Tolitoli saat gempa M 5.6 mengguncang pada siang hari. Banyak warga yang berhamburan keluar rumah dan perkantoran untuk menyelamatkan diri.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang masif. Namun, pihak berwenang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi retakan pada struktur bangunan akibat guncangan berulang.
“Kami mengimbau kepada warga Tolitoli untuk tidak panik, tetap waspada. Kami BPBD akan berupaya maksimal, siap siaga jika terjadi bencana, sdm dan peralatan siaga 24 jam,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli, Abdullah Haruna, Minggu ( 01/03/2026).
Lanjut Haruna Stasiun Geofisika juga menekankan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat diminta untuk waspada dan menghindari bangunan yang sudah terlihat retak atau tidak stabil, dan tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu hoax yang tidak bertanggung jawab.
Menyikapi rentetan gempa, Abdullah Haruna, menegaskan bahwa pihaknya telah berada dalam posisi siaga tinggi.
Pasca-gempa, BPBD Tolitoli telah menyiagakan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan evakuasi untuk penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi dampak bencana lanjutan.
“Kami menyiagakan personel dan alat untuk melakukan evakuasi serta penanganan jika terjadi dampak bencana seperti banjir, tanah longsor, maupun jenis musibah lainnya akibat guncangan ini,” tegas Abdullah Haruna dalam keterangannya. (ham)
Tinggalkan Balasan