Ibukota Tolitoli Dikepung Banjir, Tim Gabungan Evakuasi 3 Bayi dan 1 Keluarga
NUSSA.CO, TOLITOLI – Memori banjir bandang medio 2017, kembali menghantui ribuan warga di ibukota Tolitoli, Kecamatan Baolan, usai hujan deras mengguyur sejak sore hingga tengah malam, Minggu (16/03/2025).
Air banjir setinggi pinggang orang dewasa sempat merendam ratusan pemukiman warga, perkantoran dan juga fasilitas umum.
“Aduh pak, air di rumah kami setinggi pinggang, kalau dulu 2017 setinggi leher, semalam naik sampai ke pinggang, jadi gak tidur semalaman bajaga,” ungkap
Yusuf, warga Kelurahan Tambun.
Warga lainnya, juga sama. Berusaha mengevakuasi diri dan keluarga serta isi rumah ke lokasi yang lebih tinggi dan aman, dan bersyukur banjir kali ini tidak disertai arus air yang deras serta air laut pasang. Sehingga, setelah hujan surut, ketinggian air berangsur surut, namun menyisahkan sedimen tanah atau lumpur.
“Untungnya, banjir semalam tidak sampai menghanyutkan barang-barang, kalau 2017 lalu tidak tasisa pak, hanyut semua barang-barang dibawa banjir,” tutur Marni.
Dikonfirmasi mengenai banjir yang mengepung Kecamatan Baolan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli Abdullah Haruna menjelaskan, Tim BPBD mulai memantau debit hujan sedari pukul 14.00 Wita atau jam 2 siang, kemudian semakin deras pada pukul 20.30 hingga 12.00 tengah malam.
“Semalam, sekitar 80 persen wilayah di Kecamatan Baolan dikepung banjir, karenanya kami tim BPBD bersama Basarnas, TNI Polri bergerak cepat menuju titik banjir terdampak, melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir,” ungkap Abdullah Haruna, di lapangan.
Haruna menyebutkan, kawasan terparah terdampak banjir Minggu malam adalah di Kelurahan Tambun, Nopi, kawasan Lembah rumah sakit, Desa Lelean Nono. Di luar ibukota kabupaten, kawasan banjir terjadi di Kecamatan Dampal Selatan, Desa Tampiala, Kecamatan Dondo, Basidondo, dan Galang.
Lanjut Haruna, tim BPBD dan Polres Tolitoli juga berhasil mengevakuasi 3 bayi dan balitas serta 1 keluarga yang terjebak arus banjir di Kelurahan Tambun.
“Balita dan 1 keluarga untuk sementara ditampung di kediaman Pak Asrul Bantilan, Sekkab Tolitoli. Kita nantinya juga akan menyiapkan tenda-tenda dan peralatan lain, jika potensi banjir yang lebih besar terjadi lagi. Intinya, kami siap siaga 24 jam, melakukan patroli dan imbauan kepada masyarakat khususnya yang bermukim dekat pesisir pantai, sungai, dan di sejumlah titik rawan longsor.
Kesiapan siagaan BPBD tidak hanya soal peratan dan tim satgas di lapangan, tetapi agar upaya penyelamatan bisa lebih maksimal, BPBD melibatkan peran masyarakat dengan membentuk Kelompok Masyarakat Peduli Bencana (KMPB) di tiap kecamatan dan desa.
KMPB, lanjut Haruna, dilatih untuk lebih peka dan aktif dalam membantu tim BPBD maupun satgas bencana lainnya melakukan evakuasi, ataupun upaya bantuan lainnya.

“Selain itu, kami juga rutin mengedukasi masyarakat, menyampaikan informasi kekinian mengenai potensi bencana, cara evakuasi dini, memahami tanda-tanda bahaya, serta senantiasa arif dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” urainya.
Untuk diketahui, saat ini BPBD dan tim satgas terkait masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan.
Meski air telah surut, BPBD tetap mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Baolan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang bisa datang kapan saja, terlebih lagi di musim penghujan saat ini.
BPBD Tolitoli juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BNPB, Kementerian Sosial, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (ham)
Tinggalkan Balasan