Loadingtea

Dari Pelepasan 339 Orang Jamaah Calon Haji Tolitoli

NUSSA.CO, TOLITOLI – Minggu (11/06/2023) pagi, suasana Masjid Agung Al-Mubarrak di Kecamatan Baolan, berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga, berbondong-bondong mengantar dan menyaksikan “upacara sakral” pelepasan 339 orang yang tergabung sebagai Jamaah Calon Haji (JCH) oleh Bupati Tolitoli, Amran H. Yahya.

Tak berbeda dari tahun sebelumnya, pelepasan keberangkatan JCH Tolitoli yang tergabung pada kloter 14 Embarkasi Balikpapan kali ini, diawali dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tolitoli Moh. Taslim, dilanjutkan pengarahan bupati sekaligus melepas 339 orang dari 10 kecamatan se-Kabupaten Tolitoli.

Dalam laporannya, Kepala Kemenag Moh. Taslim menyebutkan, total jumah calon jamaah haji yang telah melunasi Ongkos Naik Haji (ONH) sebanyak 343 orang, namun menjelang keberangkatan diketahui ada 4 orang menunda keberangkatan. Sehingga, total calon jamaah haji yang siap diberangkatkan sebanyak 339 orang dari 10 kecamatan.

“Jika tahun sebelumnya, jamaah haji itu selalu menggunakan mobil menuju Palu, kali ini mereka diberangkatkan menuju Palu via kapal laut Sabuk Nusantara 89,” sebut Kepala Kemenag yang menambahkan, ada dua orang CJH yang tercatat sebagai calon haji termuda dan tertua se-Sulawesi Tengah, yakni Dadang Jamaluddin termuda berusia 23 tahun, dan Abdullah Ali berusia 99 tahun.

Sementara itu, Bupati Tolitoli Amran H. Yahya dalam sambutannya mengatakan, kesempatan untuk bisa berangkat ke tanah suci Makkah merupakan anugerah besar diberikan Allah Subhanahu Wataala.

“Untuk itu, saya pribadi dan juga atas nama pemerintah daerah mengajak jamaah calon haji agar benar-benar mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji sesuai tata cara yang telah diajarkan pada saat manasik. Dan yang terpenting doakan kami di sini masyarakat dan pemerintah agar daerah ini terus kondusif,” kata bupati.

“Saya punya titipan, doakan saya bisa naik haji dengan istri tercinta,” tutur bupati yang sontak disambut aamiin seluruh jamaah calon haji, plus riuhnya tepuk tangan.

Selain itu, bupati juga menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli dan semua pihak yang berpartisipasi sehingga CJH Tolitoli bisa diberangkatkan sesuai jadwal, termasuk apresiasi atas upaya untuk memberikan wawasan dan pengetahuan sikap dan perilaku dalam menunaikan ibadah haji yang baik dan benar, dengan harapan pelaksanaan haji dapat berjalan lancar, dan mendapat predikat haji mabrur.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli Anjasmara mengatakan, ada 38 orang calon haji dengan status berisiko, karena lanjut usia dan sakit.

“Kakek Abdullah salah satunya, karena usianya 99 tahun jadi harus ekstra pengawalan, petugas kami masuk dalam tim haji dan siap untuk memberikan pelayanan kesehatan seluruh jamaah haji tolitoli,” rincinya.

Kehebohan tidak hanya di dalam ruangan acara, di luar masjid pun suara haru dan tangis “meledak” saat satu per satu JCH dipersilahkan naik bis menuju Pelabuhan Dede.

Terpisah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kemenag Tolitoli Moh. Dong menambahkan, kapal laut yang digunakan 339 JCH Tolitoli adalah Sabuk Nusantara 89. Kapal ini cukup representatif dan nyaman bagi jamaah, karena dilengkapi alat pendingin, tempat tidur yang layak, mushola dan fasilitas penunjang lainnya.

Setelah tiba di Pelabuhan Pantoloan Palu, JCH akan diberangkatkan dari Palu menuju Palu. Kemudian pada tanggal 14 Juni, dari Bandara Balikpapan siap diberangkatkan menuju Bandara King Abdul Aziz pukul 22.00 Wita. (Ham)