Kader Dibekali Penanganan Dini Kasus Penyakit Menular
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Upaya pengendalian penyakit menular di tingkat lingkungan kembali diperkuat oleh Puskesmas Gunung Samarinda melalui kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Kader yang digelar pada Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit menular melalui peran kader kesehatan di wilayah.
Sosialisasi berlangsung di Halaman Puskesmas Gunung Samarinda, Jalan Indrakila, dan diikuti puluhan kader dari dua wilayah kerja, yakni Kelurahan Gunung Samarinda dan Gunung Samarinda Baru. Melalui kegiatan ini, para kader mendapatkan pembekalan terkait deteksi dini, penanganan awal, serta mekanisme pelaporan kasus penyakit menular di lingkungan masing-masing.
Perawat Penanggung Jawab (PJ) Penyakit Menular di Puskesmas Gunung Samarinda, Firliani, menegaskan bahwa kader merupakan elemen vital dalam rantai pengendalian penyakit menular. Menurutnya, pemberdayaan kader dimaksudkan agar mereka memiliki pemahaman yang cukup mengenai jenis penyakit, ciri klinis, cara penularan, dan tindakan darurat yang harus dilakukan.
“Harapannya para kader makin memahami jenis-jenis penyakit menular, tanda dan gejalanya, serta langkah apa yang harus diambil jika menemukan kejadian di lapangan,” ujar Firliani.
Ia mencontohkan salah satu kejadian penularan yang baru-baru ini ditangani pihak puskesmas, yaitu Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) terhadap seorang ibu hamil. Pasien tersebut baru datang ke puskesmas keesokan pagi, meski kejadian terjadi pada malam hari.
“Ini karena kurangnya informasi di masyarakat. Untuk kasus GHPR, warga bisa langsung datang ke puskesmas 24 jam atau ke rumah sakit, tidak perlu menunggu pagi,” jelasnya.
Firliani menambahkan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai media penyegaran bagi kader lama sekaligus orientasi awal bagi kader baru mengingat adanya dinamika pergantian kader.
Selain rabies, para kader juga dilibatkan dalam pemantauan kasus demam berdarah (DBD) dan pelaksanaan PJB (Pemantauan Jentik Berkala) di lingkungan permukiman.
Alhamdulillah, kader-kader kami sangat aktif. Mereka menjadi garda terdepan dalam memetakan masalah kesehatan warga,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, pihak puskesmas berharap koordinasi dan respons antara kader dan fasilitas layanan kesehatan dapat semakin cepat sehingga penyakit dapat dicegah sejak dini sebelum berkembang serius. (Adv)
Tinggalkan Balasan