Kekosongan Vaksin Rotavirus Meluas, Balikpapan Juga Terdampak
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Kekosongan vaksin Rotavirus yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Situasi ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena berimbas langsung terhadap jadwal imunisasi bayi di sejumlah fasilitas kesehatan, khususnya mereka yang berada di kelompok usia paling rentan terhadap serangan diare berat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa kekosongan vaksin tidak hanya dialami Balikpapan, tetapi hampir merata di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi vaksin yang bersifat khusus dan tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu. “Produksi vaksin itu khusus, tidak seperti obat biasa. Kalau dari Biofarma belum produksi, berarti memang belum ada,” ujarnya.
Selama stok kosong, sejumlah orang tua mulai menyampaikan kekhawatiran terkait risiko keterlambatan imunisasi pada bayi mereka. Pasalnya, pemberian vaksin Rotavirus harus dilakukan pada rentang umur tertentu dan tidak boleh melewati batas usia maksimal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Meski demikian, DKK menegaskan bahwa penundaan imunisasi masih dapat ditoleransi selama dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Alwiati menjelaskan, proses distribusi vaksin dilakukan secara berjenjang. Setelah produksi rampung, vaksin akan dikirim terlebih dahulu ke pemerintah provinsi. Dari sana, DKK Balikpapan akan mengambil stok untuk kemudian disalurkan ke puskesmas dan rumah sakit yang melayani imunisasi bayi. Mekanisme ini dilakukan agar distribusi berlangsung terstruktur dan sesuai kebutuhan jumlah sasaran.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa sejumlah puskesmas mulai kembali mendapatkan pasokan, salah satunya Puskesmas Gunung Bahagia, meskipun jumlahnya masih terbatas dan difokuskan pada kelompok bayi yang jadwalnya sempat tertunda lebih awal. DKK juga telah berkoordinasi dengan puskesmas untuk mempercepat pendataan ulang sasaran agar distribusi dapat dilakukan tepat sasaran.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari DKK terkait ketersediaan vaksin, termasuk jadwal distribusi berikutnya. Menurutnya, vaksin Rotavirus memiliki peran penting dalam mencegah diare parah dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan pada bayi.
“Insyaallah tidak lama lagi. Begitu ada, rumah sakit dan puskesmas langsung kami distribusikan,” tegasnya. (Adv)
Tinggalkan Balasan