Loadingtea

Nussa.co, Samarinda- Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyampaikan keprihatinan atas masih rendahnya progres penurunan stunting di Kalimantan Timur. Dalam empat tahun terakhir, penurunan hanya sekitar 0,6 persen dari 22,8 persen menjadi 22,2 persen.

Ia menilai sejumlah daerah, seperti Kutai Timur dan Kutai Barat, masih belum menunjukkan upaya penanganan yang optimal.

“Pemerintah pusat sudah menetapkan ini sebagai prioritas nasional, jadi anggarannya tidak boleh dikurangi,” ujar Agusriansyah.

Menurutnya, meski terjadi penyesuaian anggaran di sektor lain, pembiayaan program penanganan stunting tetap dijaga karena menjadi fokus utama baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ia juga mengingatkan pemerintah kabupaten/kota agar lebih giat menjalankan program yang telah dirancang, mengingat capaian penanganan stunting dapat memengaruhi alokasi dana transfer dari pusat.

“Jika daerah tidak serius, ada risiko pengurangan dana transfer. Instruksi pusat sudah jelas,” tegasnya.

Agusriansyah berharap kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat bisa mempercepat penurunan angka stunting di Kaltim.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita harap penurunan stunting bisa lebih cepat dan hasilnya terasa setiap tahun,” tutupnya.

[AH|DPRDKaltim|Adv]