Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat infrastruktur ramah anak untuk mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama. Tahun ini, Pemkot memastikan pembangunan tiga Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) melalui skema anggaran perubahan APBD 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni, menegaskan bahwa penambahan RBRA merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan ruang publik inklusif dan aman bagi anak.

“Tahun ini kami siapkan tiga RBRA baru. Dua berada di ruang terbuka hijau dan satu di area indoor. Khusus untuk lokasi indoor, masih kami kaji berdasarkan pemetaan kebutuhan dan data lapangan,” jelas Heria, Rabu (3/9/2025).

Dua RBRA outdoor rencananya dibangun di Taman Tiga Generasi dan halaman gereja di kawasan Mako Polda Kaltim. Keduanya merupakan titik yang telah memiliki fasilitas bermain dari program CSR sebelumnya, namun mengalami peningkatan kebutuhan.

“Di Taman Tiga Generasi wahana bermain masih aktif digunakan anak-anak. Maka bukan hanya renovasi, tapi juga penambahan permainan untuk mendukung aktivitas fisik dan sosial mereka,” terangnya.

Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan masing-masing RBRA berkisar Rp300 juta hingga Rp400 juta, tergantung luasan dan kelengkapan fasilitas. Setiap RBRA wajib memiliki minimal lima jenis permainan sesuai standar nasional.

Target 34 Kelurahan

Saat ini, Balikpapan sudah memiliki tiga RBRA yang masuk proses standarisasi nasional. Pemkot menargetkan bahwa seluruh 34 kelurahan akan memiliki RBRA bertahap hingga 2030.

Heria menyebut, RBRA bukan hanya area rekreasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, tumbuh kembang fisik, dan interaksi sosial dalam lingkungan yang aman.

“Ruang bermain ini dirancang tidak sekadar tempat anak berlarian. RBRA adalah ruang edukatif yang mendukung perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial anak,” tegasnya.

Dengan pembangunan berkelanjutan, Pemkot menegaskan bahwa fasilitas publik ramah anak akan terus diperluas, memastikan seluruh wilayah mendapat akses merata. (Adv/DiskominfoBpp)